oleh

Dewan OKI Minta Pembangunan Tol Kayuagung-Palembang Distop Sementara

BANJIRKAYUAGUNG I Anggota Komisi III, Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) OKI meminta pihak PT Sriwijaya Makmur Persada (SRIM) dan PT Waskita Karya sebagai kontraktor pengerjaan jalan tol Kayuagung-Palembang untuk menghentikan sementara penimbunan jalan tol tersebut. Menyusul terjadinya banjir di Kelurahan Sukadana Kecamatan Kota Kayuagung yang diduga akibat dari proyek tol tersebut.

Efredi Jurianto ketua Komisi III DPRD OKI, mengatakan terjadinya banjir di kelurahan Sukadana Kayuagung ini diduga karena dampak dari proyek pembangunan jalan tol Kayuagung – Palembang. Ditambahlagi Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) dalam pembangunan tol Kayuagung Palembang persisnya yang berada di Desa Celikah dan Kijang Ulu hingga saat ini belum selesai.

Menurutnya, yang terparah mengalami dampak tersebut ialah warga komplek Purna Jaya dan Perumnas Ujung, Kelurahan Sukadana, Kecamatan Kota Kayuagung. Sejak seminggu lebih pemukiman warga terendam hingga 50 cm. Bahkan bila penimbunan tol terus dilakukan, maka kemungkinan besar ketinggian air akan bertambah.

“Kita sudah cek ke lapangan, air tidak mengalir karena penimbunan. Bila aliran air ditutup dan tidak ada solusi maka banjir yang dialami warga bisa lebih parah,” ungkap Efredi Ketua Komisi III DPRD OKI bersama rombongan anggota komisi III saat melihat penimbunan tanah di proyek tol.

Untuk itu kata dia, pihaknya menghimbau kepada kontraktor untuk menghentikan penimbunan proyek jalan tol tersebut. “Tinggal 20 meter lagi yang belum ditimbun. Kalau ini ditutup maka air tak bisa mengalir,” timpalnya.

Hal senada juga diutarakan Solahuddin Djakfar anggota Komisi III DPRD OKI menurutnya, tidak ada jalan lain selain menghentikan sementara penimbunan proyek tersebut. “Kita sudah memanggil pihak Dinas PU dan Tata Ruang, Bappeda dan perwakilan perusahaan daerah Bende Seguguk terkait hal ini, tapi belum menemukan titik temu karena pihak kontraktor baik PT SRIM maupun Waskita tidak hadir,”jelasnya.

Politisi partai NasDem ini juga mengaku kecewa terhadap kontraktor pembangunan jalan tol tersebut karena selama ini tidak pernah berkoordinasi dengan Dinas PU dan Tata Ruang dan juga DPRD OKI padahal proyek ini berada di Kabupaten OKI. “Hari Selasa ini akan kita panggil mereka dan saya berharap mereka mau memenuhi panggilan kita,”cetusnya.

Sholahuddin juga mempertanyakan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) pembangunan jalan tol kayuagung-palembang tersebut. Menurutnya, bagaimana mungkin AMDALnya belum selesai tapi pihak kontraktor sudah melakukan pengerjaan. “ Seharusnyakan selesaikan dulu AMDALnya baru dikerjakan ini AMDAL belum selesai tapi kok sudah dilakukan pengerjaan, lihat dampaknya ratusan KK terendam banjir jadi kita tegaskan pembangunan tersebut harus dihentikan sementara,”ungkapnya.

Menyikapi hal itu, Direktur Bende Seguguk, Kamil menegaskan pihaknya segera mengkomunikasikan terkait desakan Komisi III DPRD OKI ini ke pihak perusahaan untuk menghentikan sementara penimbunan jalan tol agar tidak berdampak pada banjir.

Sekretaris Dinas PU dan Tata Ruang OKI, Jasmine menegaskan secara langsung pihaknya tidak dilibatkan dalam pembangunan jalan tol Kayuagung-Palembang.

“Memang beberapa anak sungai ditimbun. Tapi pihak perusahaan mungkin sudah ada tim teknis yang mengkaji dampak dari penimbunan jalan tol. Jadi, kita tidak perlu lagi membentuk tim teknis untuk mengkaji amdal dan pemasangan box culver karena perusahaan sudah ada tim teknis sebelum melakukan pembangunan,” ujarnya.

Sebelumnya, rombongan anggota Komisi III yang terdiri dari Efredi Jurianto, I Made Wirawan, Budiman, Sholahuddin Djakfar dan Arpan Hadi, juga mendatangi warga Purna Jaya yang mengalami kebanjiran. Informasi yang didapat bahwa rumah warga terendam sejak dua pekan terakhir. Warga menduga banjir lantaran air tidak bisa mengalir karena ada penimbunan jalan tol Kayuagung – Palembang. (Romi)

Komentar

Berita Lainnya