Dalam sesi debat tersebut ketiga pasangan calon yakni, H Iskandar SE – HM Djakfar Shodiq (ISO) nomor urut 1, Abdiyanto, SH.,MH – Made Indrawan (ADE) nomor urut 2, dan Pasangan Calon nomor Urut 3, H Azhari Effendi – H Qomarus Zaman(AQOR) melakukan pemaparan visi misi.
Dalam paparan visi misinya, paslon ISO mengatakan kepemimpinannya telah teruji dan terbukti, dengan anggaran yang terbatas dirinya mampu menyelesaikan program seperti satu desa satu PAUD, poskesdes, jalan cor beton Kayuagung – Kijang – SP Padang, cor beton Sepucuk penghubung 5 kecamatan di OKI peningkatan hasil pertanian, jaringan listrik di wilayah pesisir, sarana air bersih dan lain sebagainya.
“Jadi selama 4 tahun ini telah banyak perubahan di OKI dalam mewujudkan membangun OKI yang maju mandiri dan sejahtera. 5 tahun kedepan akan kami sempurnakan karena pembangunan ini harus dilanjutkan dan tidak bisa dihentikan,” jelas H Iskandar.
Sementara itu, pasangan ADE mengaku layak dipilih karena paslon ini paling siap dan paslon ini merupakan putra daerah OKI dan tinggal di OKI.
“Dengan pengalaman 14 tahun menjadi anggota dewan, kami yakin dapat memberikan kenyamanan dalam pelayanan dan kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya.
Lalu, paslon AQOR mengatakan, pihaknya menghendaki OKI lebih baik dengan memanfaakan sumberdaya alam yang ada sebagai penunjang perekonomian masyarakat.
“Untuk itu, kita akan berbenah membangun pemerintahan yang adil.dengan kerja keras dan niat baik sehingga dapat dirasakan masyarakat,”jelasnya.
“Kami juga telah menginggatkan paslon agar memanfaatkan waktu untuk memaparkan visi dan misi. Tentunya berdebat secara adil dan profesional,” ucapnya.
Dedi juga meminta masyarakat OKI untuk ikut andil dalam pilkada OKI dengan mendatangi TPS masing-masing pada 27 Juni nanti.
Pantauan dilapangan, Disesi ke III debat tersebut masing-masing paslon saling memberikan pertanyaan dengan waktu bertanya selama 1 menit dan menjawab selama 2 menit. Dalam sesi ini masalah infrastruktur jalan menjadi sorotan.
Baik Paslon Nomor Urut Dua maupun Tiga sama-sama menyinggung masalah infrastruktur jalan kepada paslon nomor urut satu kedua paslon tersebut menganggap saat ini masih banyak akses jalan yang putus. “Kalau kami terpilih akan lebih fokus pada pembangunan infrastruktur jalan, karena jalan adalah urat nadi untuk memajukan perekonomian masyarakat dan jika dalam waktu 3 tahun kepemimpinanya masih ada jalan yang rusak berarti ADE gagal,”janji Abdiyanto.
Begitupun dengan Paslon Aqor yang juga menyingung tentang kurusakan jalan di Kabupaten OKI. Selama berkampenye di pelosok desa di Kabupaten OKI, pasangan AQOR selalu mendapat keluhan terkait keurusakan jalan. Hal ini menjadi PR pasangan AQOR untuk membenahi infrastruktur jalan tersebut.
Paslon ISO yang terus disoroti masalah infrastruktur jalan mengatakan, OKI merupakan Kabupaten terluas, dengan anggaran yang tidak memadai tak mungkin pembangunan infrastruktur bisa dirampungkan dengan waktu singkat.
Setidaknya, kata Iskandar selama kepemimpinannya dari 1500 kilo meter jalan yang baik, kini mampu ditingkatkan menjadi 2.200 km yang terealisasi. “Untuk itu kami akan lanjutkan keberhasilan ini jika kami terpilih lagi, karena sudah banyak program-program membangun dari desa yang telah terealisasi,”katanya.
Pasangan ISO juga menjelaskan dengan APBD OKI yang terbatas dengan kisaran 1 triliunan, mana mungkin mampu merampungkan dengan instan. Apalagi anggaran tersebut tidak hanya untuk prioritas pembangunan infrastrukur, melainkan separuhnya untuk belanja tidak langsung. (Romi)













