pemkab muba pemkab muba pemkab muba pemkab muba
Musi Banyuasin

Cerita Orang Tua Anira yang Tersentuh Program Bunda AS dari Pj. Bupati Apriyadi

154
×

Cerita Orang Tua Anira yang Tersentuh Program Bunda AS dari Pj. Bupati Apriyadi

Sebarkan artikel ini
pemkab muba

MUBA – Anira (2) putri keempat pasangan Cik Oteh dan Marlina yang merupakan warga Desa Bero Jaya Kecamatan Jirak Jaya tidak lagi menyandang status stunting. Ini diketahui setelah secara resmi Pj. Bupati Muba Apriyadi Mahmud menemui langsung Anira saat berada di Jirak Jaya, Kamis (16/11/2023) siang.

Anira tampak sehat dan bugar saat digendong sang Ibu Marlina, sejak dua bulan belakangan Anira diikutsertakan program Bunda/Bapak Asuh Stunting (Bunda AS) yang diinisiasi Pj. Bupati Apriyadi Mahmud untuk mengentaskan kasus stunting di Muba.

“Alhamdulillah berat badan Anira yang hanya 3 kilogram, sekarang bertambah menjadi 8 kilogram berkat asupan makanan yang setiap hari diantar langsung dari program Bunda AS,” ungkap Marlina.

Ia mengatakan, sehari-hari dirinya bersama suami berpenghasilan tidak menentu, mendapatkan penghasilan dari membersihkan kebun milik orang lain.

“Kami sangat senang anak kami Anira tidak lagi stunting, Pak Bupati Apriyadi sangat membantu keluarga kami dan Anira khususnya,” ucapnya.

Sementara itu, Pj. Bupati Apriyadi Mahmud mengatakan, program Bunda AS akan terus digencarkan menyisir anak stunting di Muba.

“Anira salah satu anak stunting yang telah berhasil melepas status stunting, Alhamdulillah semoga stunting di Muba akan terus berkurang,” ucapnya.

Mantan Kades Pematang Palas ini merinci, saat ini tercatat ada sebanyak 513 anak stunting di Muba, 338 anak stunting berasal dari keluarga mampu dan 178 anak berasal dari keluarga tidak mampu atau pra sejahtera.

“Untuk yang anak stunting dari keluarga mampu kita lakukan pendampingan kepada keluarganya, sementara anak stunting yang berasal dari keluarga tidak mampu saat ini kita distribusi makanan bergizi setiap harinya yang diantar langsung ke rumah masing-masing,” jelasnya.

Kandidat Doktor Universitas Sriwijaya ini menerangkan, peran kepala desa sangat penting dalam penanganan serta pencegahan stunting. Oleh sebab itu akan terus dibekali ilmu pengetahuan dan bimbingan lainnya.

“Terlebih melalui dana desa itu kita alokasikan 20 persen untuk penanganan dan pencegahan stunting di Muba, peran kades sangat sentral dalam kaitan ini,” ujarnya. (Endang S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *