oleh

Cegah Karhutbunla, Ini Poin yang Harus Diperhatikan Menurut Bupati Banyuasin

BANYUASIN – Bupati Banyuasin, H Askolani mengungkapkan, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam pengendalian bencana kebakaran hutan kebun dan lahan (karhutbunla) tahun ini. Hal tersebut disampaikannya saat apel gelar pasukan dan perlengkapan Kodim 0430/Banyuasin, Rabu (15/7/2020).

Pertama, menurut Askolani yang harus dilakukan yaitu memverifikasi lahan-lahan yang berpotensi terjadi kebakaran. Selanjutnya, segera selesaikan permasalahan konflik yang menyangkut status kepemilikan lahan dan tapal batas antara perusahaan dengan masyarakat.

Dia juga meminta agar OPD dapat proaktif dalam penanggulangan Karhutbunla Tahun 2020 sesuai fungsi dan wewenangnya. “Dan bagi perusahaan-perusahaan di lokasi rawan kebakaran untuk segera melengkapi sarana dan prasarana pemadaman karhutbunla,” tegasnya.

Sementara itu Dandim 0430/Banyuasin, Letkol Arh H Alfian Amran ST MM mengatakan, apel gelar pasukan dan perlengkapan ini dalam rangka menghadapi karhutbunla Tahun 2020. menurutnya, kegiatan ini bukan hanya kegiatan seremonial belaka, melainkan lebih kepada pengecekan kesiapan secara nyata.

Lebih lanjut dikatakannya, Kodim 0430/Banyuasin siap mendukung Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam melaksanakan operasi penangulangan Bencana Karhutbunla. Hal ini merupakan tindak lanjut dari Undang-undang Nomor 34 tahun 2004 tentang tugas TNI dalam mengemban tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP), yaitu membantu tugas pemerintahan di daerah dan menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan.

Ditambahkannya, walaupun di tengah pandemi COVID-19, tidak menyurutkan semangat dari prajurit Kodim 0430/Banyuasin untuk membantu Pemda Banyuasin menanggulangi bencana karhutbunla ini. “Dua bulan yang lalu hingga saat ini, para Babinsa jajaran Kodim 0430/Banyuasin telah tersebar di wilayah-wilayah yang rawan dan rentan terhadap bahaya karhutbunla, dan telah mensosialisasikan akan dampak dan bahaya dari karhutbunla serta membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA),” tuturnya.

Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pemilik perusahaan perkebunan di wilayah Kabupaten Banyuasin agar lebih serius dan ambil bukti nyata terhadap upaya pencegahan karhutbunla. Dan jangan pernah membuka lahan dengan cara membakar. “Di tengah musibah COVID-19 ini, hendaknya kita bersama-sama menjaga agar Negeri ini tidak ditambah dengan musibah bencana Karhutbunla,” tegasnya.

Dia juga menaruh harapan kepada pihak perusahaan perkebunan agar dapat bersama bertanggungjawab di wilayah masing-masing untuk mencegah terjadinya karhutbunla yang dapat menyebabkan bencana kabut asap.

Dalam kegiatan Apel Gelar Pasukan dan Perlengkapan tersebut juga disertai dengan penandatanganan kerjasama (MoU) dengan pihak perkebunan di wilayah Kabupaten Banyuasin terkait kesepakatan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. (Ir/Mi)

Komentar

Berita Lainnya