oleh

Calon ASN Babel Masa Depan Bangsa

PANGKALPINANG – Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu modal dasar pembangunan masa depan bangsa. Penyelenggaraan pemerintahan di segala sektor membutuhkan ASN andal untuk menunjang kemajuan teknologi, dan komunikasi sebagai faktor penunjang dalam mencapai keunggulan kompetitif.

Hal tersebut diungkapkan Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Ridwan Djamaluddin, saat menghadiri pembukaan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II dan III di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Angkatan I s.d III di Ruang Aula Natar Praja BKPSDMD Provinsi Babel.

“Jadi, saudara-saudara semua adalah masa depan bangsa. Saya senang melihat calon ASN Babel yang sangat bersemangat, dan antusias dengan penampilan yang kompak,” ujar penjabat gubernur memulai sambutan.

Kemudian, Pj Gubernur Ridwan menyorot stigma negatif yang selama ini kerap disematkan pada diri ASN, misalnya pemalas, tidak profesional, makan gaji buta, dan sebagainya. Hal itu menurutnya harus segera dihentikan. Ia juga menegaskan tidak boleh lagi ada tudingan bahwa ASN adalah orang-orang yang kurang baik kinerjanya.

“Terutama bagi calon ASN Babel ini, tidak boleh lagi menerima tudingan itu. Lakukan tugas sebagai ASN dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab, yaitu dengan semangat dan nilai-nilai dasar berakhlak yang harus kita terapkan,” katanya menambahkan.

Dirinya juga mengatakan, bahwa anak-anak muda ini sudah siap tempur sebagai ASN di Babel, sehingga ia mengingatkan tantangan yang akan dihadapi, tantangan yang juga datang dari senior-senior sendiri yang mungkin pikirannya telah terbentuk dari sejak 20-30 tahun yang lalu, sementara calon ASN baru saja membentuk diri akhir-akhir ini.

“Jangan pernah takut untuk berbuat salah, jangan pernah takut untuk berpendapat, tapi yang tidak boleh adalah berbuat kesalahan yang disengaja apalagi kebohongan, ini yang harus dipegang karena saudara-saudara masih dalam proses belajar. Jangan sampai ketakutan itu menghantui, sehingga kalian tidak berani untuk berfikir berbeda, berinovasi bahkan melakukan hal-hal baru,” ungkapnya.

Penjabat gubernur mengatakan, selama 33 tahun ia menjabat sebagai ASN, yang terasa sekarang adalah tidak mudah mencari ASN dengan karakter yang kuat. Sedangkan pembentukan karakter tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Untuk itu, ia meminta pentingnya membentuk karakter ASN yang kuat, yaitu karakter petarung, yang nantinya membawa Indonesia menjadi bangsa pemenang, bangsa yang hebat dan tidak dianggap sebelah mata oleh negara lain.

“Mudah-mudahan widyaiswara dapat memberikan bahan-bahan yang kekinian, tidak perlu terlalu formal tetapi mengena dan menjawab masalah saat ini, sehingga harapan kita menjadikan ASN sebagai profesi yang terhormat akan dapat tercapai,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Susanti mengatakan, kelas pelatihan dasar (latsar) ini penuh dengan inovasi dan kreativitas dari widyaiswara. Tujuannya adalah, membentuk dan mewujudkan ASN yang profesional, memiliki kualifikasi, kompetensi dan kinerja yang dapat dibanggakan dalam rangka meningkatkan pelayanan yang lebih _excellent_ kepada masyarakat.

“Hal ini menandakan bahwa PNS kita ke depan adalah PNS yang sudah tidak gaptek lagi dan siap melaksanakan tugas mengikuti perkembangan teknologi yang luar biasa,” katanya.

Adapun rencana pelaksanaan latsar 2022 sebanyak 22 angkatan dengan rincian, Pemprov Babel sebanyak 5 angkatan, Pemkot Pangkalpinang sebanyak 4 angkatan, Pemkab Bangka Tengah sebanyak 6 angkatan, Pemkab Bangka Selatan sebanyak 1 angkatan, Pemkab Belitung sebanyak 2 angkatan, dan Pemkab Beltim sebanyak 4 angkatan. Dengan kurikulum pembentukan karakter PNS dan kurikulum penguatan kompetensi teknis bidang tugas, serta menggunakan metode blended learning dengan waktu 74 hari kerja atau 64 JP. (Jepi)

Komentar

Berita Lainnya