pemkab muba pemkab muba
Berita Daerah

Buntut Protes Proyek Siring Desa, Ketua BPD dan Rekanya Mengalami Luka Bacok

51
×

Buntut Protes Proyek Siring Desa, Ketua BPD dan Rekanya Mengalami Luka Bacok

Sebarkan artikel ini
IMG-20200428-WA0070
pemkab muba pemkab muba

MUSIRAWAS | Buntut aksi protes pembangunan siring desa Tri Anggun Kecamatan Muara Lakitan nyaris merenggut nyawa,  Alkino (26) Ketua BPD Tri Anggun berserta rekanya Nok (45) seorang petani warga setempat. Keduanya kini, tengah dirawat insentif di Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuklinggau lantaran mengalami luka bacok ditubuh dan kepalanya. 

Namun, usai semua kejadian satu dari dari dua pelaku Ardi (40) warga setempat yang merupakan pengawas keamanan proyek siring desa, diamankan tim landak Polres Mura meskipun pelaku sendiri juga tengah dalam kondisi lengan tangannya nyaris putus akibat dibacok korban yang ketika itu melakukan perlawanan.

Berdasarkan informasi dihimpun, kejadian tragis yang menggemparkan warga desa Tri Anggun Kecamatan Muara Lakitan, tejadi Senin (27/4) siang pukul 14. 30WIB. 

Kejadian aksi pengeroyokan dengan kekerasan tersebut dipicu adanya aksi Alkino selaku ketua BPD melakukan protes atas pengerjaan proyek pembangunan siring desa dengan cara merusak papan proyek dan menghentikan aktivitas pembangunan. 

Akan tetapi, dari kejadian aksi protes tersebut sejatinya sudah berupaya diselesaikan dengan mediasi melibatkan pihak kepolisian Kapolpos Bumi Makmur, AIPTU EDI GUMAY dan hasilnya sang ketua BPD mengakui kesalahannya serta akan mengganti papan cor yang dirusak.

Hanya saja, berselang satu hari kejadian. Kediaman ketua BPD didatangi tiga orang laki-laki yang datang merusak dinding rumah korban yang saat itu temannya Nok sedang berada di kediamannya.

Lantas, karena korban merasa tidak terima mencoba marah. Akan tetapi, justru ketiga pelaku menyerang korban dan rekanya sehingga aksi saling bacok tak terhindarkan. Korban berupaya melawan sabetan parang, berhasil membacok salah satu pelaku Ardi.

Sedangkan kedua pelaku lainya, dengan menggunakan parang menghujani tubuh korban dan rekanya Nok yang mencoba melerai pun oleh salah satu pelaku dibacok hingga mengenai tubuh dan kepalanya.

Setelah semua bersimbah darah, kedua pelaku Pendi (38) dan Aidin (36) meninggalkan lokasi dan hingga kini masih dalam pengejaran petugas. 

Kapolres Mura AKBP Suhendro melalui Kasatreskrim AKP Rivo Lapu membenarkan adanya kejadian aksi tindak pidana pengeroyokan dengan kekerasan yang terjadi di Desa Tri Anggun Muara Lakitan. 

Dan untuk sementara pemicu terjadinya aksi tersebut, dilatarbelakangi aksi tindak protes korban. 

Pelaku merupakan pekerja keamanan proyek desa mendatangi korban lalu terjadilah aksi saling serang, menggunakan senjata tajam jenis parang.

“Adapun dari kejadian itu,  tiga orang mulai dari korban dan rekanya. Kemudian satu orang pelaku mengalami luka bacok. Sedangkan dua pelaku lainya, melarikan diri dan anggota kita terus lalukan pengejaran,”terang Rivo Lapu

“Dari lokasi kejadian, kita mengamankan sejumlah barang bukti (Bb) mulai dari sepucuk senpira, sebilah parang, batang kayu, satu buah jam tangan sepasang sandal jepit dan sobekan kulit kepala beserta rambut,”bebernya. (NURDIN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *