oleh

Blatter: Media Coba Membunuh Saya

Sepp Blatter merasa disudutkan oleh pemberitaan media. (REUTERS/Arnd Wiegmann)
Sepp Blatter merasa disudutkan oleh pemberitaan media. (REUTERS/Arnd Wiegmann)

JAKARTA I Presiden FIFA Sepp Blatter secara terbuka melontarkan kritikan kepada media yang dianggapnya telah begitu gencar menyerang pria asal Swiss tersebut, sejak skandal korupsi dalam tubuh otoritas sepak bola dunia itu terkuak.

Blatter terus jadi pesakitan setelah dirinya terkena skandal korupsi pada tahun 2015 lalu. Meskipun telah melontarkan sejumlah bantahan, namun Blatter tetap dalam posisi yang tersudut.

“Apa yang saya sesali adalah cara media berusaha ‘membunuh’ saya sejak masalah itu (skandal korupsi) dimulai,” ujar Blatter yang saat ini sedang dalam sanksi FIFA, kepada BFM TV.

“Banyak yang mengutuk presiden FIFA di media, padahal saya tak bertanggungjawab atas perilaku para komite eksekutif karena saya bukanlah orang yang memilih mereka.”

Blatter yang posisinya akan segera digantikan setelah presiden baru terpilih dalam kongres luar biasa FIFA, Jumat (26/2) mendatang, juga menyesalkan bagaimana ia ditinggalkan rekan-rekannya satu per satu.

“Perpisahan yang mereka siapkan pada saya sangatlah menyedihkan. Saya tiba-tiba menemukan diri pada posisi tak lagi bisa mempertahankan diri dan tanpa teman.”

“Saya merasa terisolasi, saya juga akan merasa sendiri meski selama ini saya selalu ditemani Michel Platini (yang saat ini juga disanksi FIFA) di sisi saya,” kata Blatter.

Blatter sendiri resmi dijatuhi sanksi selama 90 hari pada 8 Oktober tahun lalu, kemudian ditambah lagi dengan larangan aktif di pertandingan selama delapan tahun, akibat dugaan suap 2 juta dolar AS (sekitar Rp 13,9 miliar) yang mengalir dari bos UEFA, Michel Platini. (CNN)

Komentar

Berita Lainnya