oleh

BKPM Jemput Bola ke China,Genjot Realisasi Investasi

JAKARTA I Guna terus menggenjot minat investasi China di Indonesia dalam beberapa waktu mendatang, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) kembali menjadwalkan adanya one on one meeting bersama sejumlah perusahaan asal negeri tirai bambu tersebut.

Dari kegiatan yang dilangsungkan selama tiga hari tersebut, jajaran BKPM bakal menggugah perusahaan-perusahaan di bidang ketenagalistrikan, industri baja, dan galangan kapal yang berada di kawasan Shanghai dan Suzhou.

Tim marketing officer investasi BKPM untuk China telah berkoordinasi dengan KJRI Shanghai dan Indonesia Chamber of Commerce (INACHAM) dam mengidentifikasi perusahaan yang menunjukkan minat investasinya ke Indonesia. One-on-one meeting yang diselenggarakan ini diharapkan dapat mempercepat realisasi dari minat tersebut,” ujar Franky.

Mengutip data BKPM sampai dengan akhir 2015, nilai rencana investasi China di Indonesia tercatat berada di urutan teratas dibandingkan negara-negara kawasan Asean dan Amerika Serikat.

Pasalnya, hingga akhir Desember 2015 jumlah pengajuan izin prinsip yang disodorkan investor China ke meja BKPM telah menembus angka Rp 277 triliun.  Ada pun jumlah tersebut merupakan yang terbesar, melebihi Singapura dan Jepang yang masing-masing berada di kisaran Rp 203 triliun dan Rp 100 triliun.

“Sementara dari sisi realisasi investasi, kami mencatat dalam lima tahun terakhir realisasi investasi Tiongkok rata-rata tumbuh 66 persen per tahun, dari US$174 juta pada tahun 2010 menjadi lebih dari US$800 juta tahun lalu,” jelasnya.

Sebelumnya, BKPM pun mencatat terdapat dua investor asal China yang telah memanfaatkan layanan izin investasi yang bisa diperoleh dalam waktu 3 jam. Di mana dua perusahaan negara tirai bambu tersebut bergerak di bidang usaha industri penggilingan baja dan perusahaan aktivitas pelayanan pelabuhan laut dengan masing-masing nilai investasi yang tercatat berkisar US$ 460 juta dan US$ 81,5 juta.

Sedangkan untuk realisasi pertumbuhan investasi China di Indonesia tahun ini, jajaran BKPM mengaku telah memasang target pertumbuhan di 14,4 persen dari target tahun 2015 atau mencapai Rp 594,8 triliun.

Dengan adaya dua realisasi investasinya ini, sejatinya angka Penanaman Modal Asing (PMA) akan mencapaio Rp 386,4 triliun, naik 12,6 persen dibandingkan target PMA tahun lalu. Serta Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang ditargetkan bisa mencapai Rp 208,4 triliun naik 18,4 persen dari target PMDN tahun lalu.

Sementara dari sisi penyerapan tenaga kerja di 2016, BKPM optmisitis mampu mengurangi 2 juta tenaga kerja.

“China merupakan salah satu negara prioritas BKPM pada tahun 2015 bersama Singapura, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Australia,Taiwan, Timur Tengah, Malaysia dan Inggris.  Selain 10 negara prioritas tersebut pada tahun 2016, BKPM akan menambahkan sembilan negara sebagai prioritas pemasaran investasi di antaranya Hong Kong, India, Thailand, Vietnam, Jerman, Belanda, Italia, Kanada dan Rusia,” tandas Franky. (cnnindonesia.com)

Komentar

Berita Lainnya