oleh

Bincang Santai dengan Awak Media di Palembang, Erick Thohir Paparkan Hal ini

PALEMBANG | Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan beberapa transformasi dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ia pimpin. Menurutnya, kementrian BUMN telah memberikan dampak positif dengan pencapaian kinerja di semester 1 tahun 2021 yang meningkat 356% dibanding kinerja semester 1 dan 2 di tahun 2020.

“Kementerian BUMN juga mendapatkan capaian sistem merit terbaik dari Komisi ASN dengan predikat sangat baik,”kata Erick Thohir saat bincang santai bersama awak media di Palembang Sabtu (23/10/2021).

Disamping itu, erick juga memaparkan perampingan badan usaha yang sebelumnya berjumlah 108  menjadi 41 merupakan salah satu langkah yang berhasil dilakukan oleh kementerian BUMN. “ Perampingan badan usaha ini sangat efesien dan membuat kinerja BUMN semakin baik, selain itu saat ini badan usaha yang ada telah dibagi menjadi 12 klaster untuk memudahkan kontrol dan meningkatkan performa,” ujar Erik.

Efesiensi perampingan badan usaha tersebut misalnya dapat dilihat dari penggabungan pelindo I hingga IV, penggabungan ini menjadikan Indonesia sebagai negara pemain nomor 8 terbesar di Industri peti kemas.

Erik juga menyinggung terkait maraknya raja raja kecil di daerah dalam BUMN yaitu PTPN, ini salah satu penyebab yang membuat BUMN selalu merugi sehingga PTPN akhirnya dilebur menjadi satu.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (Fhoto/Yulion)

Kemudian Erick juga menjelaskan, bahwa saat ini Kementerian BUMN juga telah meluncurkan beberapa Program untuk meningkatkan ekonomi mikro, program tersebut juga telah berjalan di beberapa daerah termasuk Sumatera Selatan diantaranya Penjualan BBM Jenis Pertamax 92 melalui kios kios mini (prestashop) yang saat ini di Sumatera Selatan berjumlah 220  kios dan Program Makmur yang dikelola oleh PT. Pusri dengan total lahan pengelolaan 2.500 hektar dan melibatkan 1.300 petani. Program program ini adalah upaya BUMN untuk memberikan kontribusi ekonomi di level mikro.

Erick menambahkan, Kementerian BUMN juga mendorong 5 transformasi utama. Pertama, transformasi digitalisasi oleh Telkom dan Telkomsel. Kedua, transformasi energi terbarukan oleh PLN.

Ketiga, transformasi di industri pertambangan yang ramah terhadap lingkungan hidup. Keempat, transformasi industri pariwisata. Kelima, transformasi di industri pangan.

“Nah hal-hal ini yang memang saya rasa, kami dari Kementerian BUMN sangat serius melakukan transformasi ini tentu ada hari ini saya menyambut baik karena dibawah transformasi itu kan ada yang namanya restructuring, perbaikan bisnis model, penggabungan dan lain-lain,” ujarnya.

Saat disinggung terkait isu keinginan masyarakat yang menginginkan putra daerah memimpin BUMN yang ada di sumatera selatan, erik mengatakan bahwa ia sangat mendukung putra daerah memimpin bumn, yang terpenting adalah kompetensi.

Kementerian BUMN saat ini sangat fokus pada kepemimpinan berbasis kompetensi, sehingga siapapun yang kompeten akan mempunyai peluang besar untuk memimpin BUMN.

Erik juga menyatakan bahwa putra daerah sumatera selatan saat ini juga banyak yang memimpin BUMN, diantaranya Direktur Hulu Migas di Rokan dan Direktur Bank Mandiri. (Romi)

Komentar

Berita Lainnya