oleh

Bidik Program K3, Universitas Indo Global Mandiri Siap Jadi Piooner

PALEMBANG | Sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang, Universitas Indo Global Mandiri (IGM) Palemban terus melakukan inovasi.

Ketua Yayasan Indo Global Mandiri, M Fadhiel Alie, S.Kom , B.I. T, M.I.T mengatakan, saat ini Universitas IGM akan menyusun sebuah program baru yang siap dicanangkan yakni Program K3 (keselamatan dan kesehatan kerja. Menurutnya, hal tersebut ,merupakan rencana tindakan yang pasti dan dirancang untuk mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.

“Program ini dinilai mengingat kebutuhan untuk pekerja saat ini di Sumatera Selatan sangat banyak, tapi tidak didukung oleh ketersediaan jurusan. Ini yang membuat kita berpeluang menjadi piooner dalam bidang ini,” tegas Fadhil, Kamis (26/9/2019).

Ia menilai keberadaan K3 dapat memberikan kontribusi yang cukup efektif kepada perusahaan yang membutuhkan pekerja terutama di Sumatera Selatan. Terlebih saat ini, perkembangan dunia kerja kian menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Selain itu, salah satu yang melatar belakangi dibukanya program Sarjana terapan K3 ini adalah, minimnya pengetahuan seseorang dengan K3, karena selama ini keahlian tersebut hanya diperoleh dari program program pelatihan yang diadakan Departemen Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).

Ditambahkanya lagi, perguruan tinggi yang membuka program studi K3 saat ini, masih relatif sedikit, baru terdapat lima perguruan tinggi, baik Negeri maupun Swasta yang telah membuka program stdudi D4 K3 tersebut.

Menurutnya, memasuki tahun akademik 2019 ini membuat tantangan di dunia pendidikan dan ekonomi sangat besar ke depannya. Terlebih, dampaknya juga sudah mulai terasa. Namun, kondisi ini dapat teratasi dengan baik jika semua Sumber Daya Manusianya bekerja dengan baik dan maksimal.

Dirinya juga memastikan jika Universitas IGM sangat concern terhadap dunia pendidikan di Sumsel. Salah satunya fokus dengan masalah pembiayaan bagi mahasiswa. Diakuinya jika UIGM terus memberikan kontribusi sebesar besarnya kepada masyarakat Sumsel untuk mengemban pendidikan yang lebih tinggi, khususnya di UIGM.

“Kita tidak pernah memberatkan seseorang untuk belajar. Kalaupun terbentur dengan pembiaayan, kita siapkan beasiswa disini. Kita permudah dan sadar harus memberikan bantuan sebesar besarnya kepada siapapun yang berminat,” paparnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, pihaknya juga terus mencari sebanyak banyaknya partner yang bisa bersama sama bergerak di bidang Coorporate Social Responcibility (CSR) untuk membantu mahasiswa. “Bahkan setelah mahasiswa kita menyelesaikan studinya di Universitas IGM Palembang, peluang untuk bekerja di perusahaan nasional dan luar negeri juga terbuka lebar. Ini tentunya menjadi sebuah kebanggaan bagi kita,” pungkasnya. (andhiko ta)

Komentar

Berita Lainnya