oleh

Biaya Pemasangan Listrik Baru Rp 4juta, Warga Lubuk Segonang Mengeluh

INDERALAYA I Warga Desa Lubuk Segonang, Kecamatan Kandis, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Provinsi Sumatera Selatan mengeluhkan mahalnya biaya pemasangan listrik baru. Warga hanya berharap biaya pemasangan listrik sewajarnya dan sesuai kemampuan warga setempat sehingga dambaan yang dinanti sejak lama yakni penerangan listrik dapat dirasakan.

Kholid, warga Desa Lubuk Segonang Kecamatan Kandis mengaku pihaknya mendapatkan informasi kalau pada April mendatang rumah warga Desa Lubuk Segonang akan segera dialiri listrik. Sayangnya warga keberatan dengan biaya mahal untuk pemasangan listrik.

“Oknum kades setempat mengkoordinir KK, siapa-siapa saja yang akan memasang listrik baru. Ya, paling jumlah KK disini sekitar 50 KK. Tapi yang sanggup untuk membayar pasang listriuk baru hanya 30 orang. Warga sebenarnya juga keberatan dengan besarnya biaya pemasangan NCB atau meteran itu yakni sebesar Rp4juta per KK. Untuk makan sehari-hari saja warga disini kesulitan, bagaimana untuk mengeluarkan biaya pasang listrik baru,”katanya.

Selama ini, kata dia, warga disini hanya mengandalkan penerangan melalui genset dengan membayar biaya bulanan.

Dia mengaku tidak mengetahui bagaimana prosedur untuk memasang listrik baru, termasuk besaran biaya sesuai ketentuan.

“Saran dari teman-teman, ada baiknya menghubungi hotline PLN di 123. Biasanya biaya pemasangan listrik baru dibawah Rp2juta. Tapi kenapa kami diminta Rp4juta,”terangnya.

Dia berharap pihak terkait dapat segera merealisasikan penerangan di Desa Lubuk Segonang dan memberikan keringanan kepada warga yang akan memasang listrik baru.

Menyikapi hal itu, Sekretaris Distamben Ogan Ilir Trisnopilhaq menegaskan bahwa tahun ini pihaknya mendapatkan jatah dari Direkrorat Jendral (Dirjen) Listrik sebanyak 200 pemasangan listrik baru bagi kepala keluarga kurang mampu.

“Awalnya kami mengusulkan ke Dirjen Listrik hingga 2.000 KK agar disambungkan listrik baru. Tapi hanya dipenuhi 200 KK saja yang tersebar di 16 kecamatan di OI. Memang untuk pemasangan listrik baru ini dilakukan bertahap tiap tahunnya sesuai dengan anggaran yang dimiliki pusat. Bayangkan saja di OI ini, masyarakat yang belum menikmati aliran listrik bisa 50% yang disebabkan belum adanya jaringan,”kata Trisnopilhaq kemarin.

Dalam hal ini, kata dia, memang pihaknya sebatas memasang jaringan listrik saja. Sementara untuk pemasangan meteran ke rumah warga diserahkan pada teknisnya yakni PLN.

“Soal berapa besaran pasang listrik baru dapat ditanyakan langsung ke PLN. Sebab, kami hanya sebatas pemasangan jaringan, tiang saja ke dusun atau desa yang belum tersentuh aliran listrik,”tuturnya.

Disamping memanfaatkan dana Dirjen Listrik, pihaknya juga menyelaraskan kebutuhan dilapangan dengan program yang dijalankan dari Kementerian Daerah Dertinggal.

Bukan itu saja, pihaknya juga intens mengalokasikan dana APBD untuk peningkatan saluran rumah (SR) ataupun tegangan rendah (TR).

“Biasanya pemasangan sambungan baru memiliki daya listrik hingga 900watt. Ya, desa itu sebenarnya sudah ada jaringan, tapi dusun yang belum ada jaringan dan belum dialiri listrik rumah tangga,”ucapnya. (ST)

Komentar

Berita Lainnya