oleh

Baru Dilaunching Beras Premium Nihil di Pasaran

toko-taniPALEMBANG I Toko Tani Indonesia (TII) Baru dilaunching satu hari oleh Kementerian Pertanian melalui Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  namun hingga sekarang beras jenis premiun yang
dihargai Rp 7500 per kilogram justru nihil dipasar Tradisional, padahal beras tersebut diburu oleh masyarakat menengah kebawah.

“Beras ini berasal dari kelompok tani Belitang Kabupaten Oku Timur namun hingga sekarang belum juga didistribusikan kepada para pedagang, padahal sudah banyak masyarat yang berniat untuk membeli beras tersebut karena dijual lebih murah,”kata Distributor  beras premium Pasar Gubah, Alan, Selasa (29/3).

Menurut Alan, Ia berharap petani maupun pemerintah segara mendistribusikan beras tersebut. Karena beras tersebut sangat membantu masayarakat kecil. karena harga beras yang ada sekarang ini masih cukup tinggi mencapai Rp 9500 perkilogram.

“Kami hanya inggin membantu petani dan masyarakat, kami tidak mendapatkan keuntungan dari beras yang dijual, karena kami menjual karena harga beras tetap rp 7500. Tapi nanti distributor akan mendapatkan uang jasa,”ujarnya.

Dari pejelasan para petani. Beras primum itu setalah dipanen oleh petani digiling dengan mengunakan mesin maupun secara tradisional sehingga  beras tersebut masih terdapat sisa gabah.“Kalau diproduksi oleh pabrik harganya tidak mungkin murah seperti ini, tapi yang pasti kami minta pemerintah jangan hanya mengumbar janji namun perlu pembuktian kepada warga,”jelasnya.

Heldi (34) warga Kebun Bunga Palembang, kecewa apa yang diprogrmakan oleh pemerintah, seetlah mengecek langsungan ke lapangan seperti ke Pasar Gubah, Kuto ia tidak mendapatkan beras premium yang dijual oleh TII, padahal beras tersebut sangat terjangkau.

“Kami berharap pemerintah jangan hanya menawarkan program saja, padahal beras yang disediakan belum disediakan, beras sekarang ini sangat mahal, dengan adanya beras ini dapat membantu kami sebagai warga kecil,”kata Helda.

Pantauan disejumlah pasar tradisional yang menjual beras premium tidak ada satupun pedagang yang menyediakan beras premium, padahal pemerintah menjanjikan bahwa beras premium tersedia di 10 pasar tradisonal di Kota Palembang.

Terpisah, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Palembang, Hardayani, pada saat launching Pemerintah Provinsi dan Kementan telah menyediakan beras premium, namun kalau sekarang beras yang dijanjikan nihil di lapangan itu adalah wewenang Provinsi bukan Pemkot.

“Ya beras itu sangat membantu masyarakat kurang mampu, apalagi sembako sekarang ini sangat memberatkan masyarakat, kami akan segera melakukan koordinasi dengan Pemprov Sumsel, agar beras premium tersedia di lapangan,”kata Hardayani. (Supardi)

Komentar

Berita Lainnya