oleh

Astaga…!!! Nama KNPI Diduga Telah Dicatut di Hari Sumpah Pemuda

SUNGAILIAT | Ketua DPD KNPI Bangka Ismir Rachmaddinianto, dengan tegas mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah menghadiri konferensi pers sejumlah LSM, Ormas dan OKP dalam kaitan mendukung beroperasinya Kapal Isap Produksi (KIP) di perairan laut Matras Kabupaten Bangka. Menurut pria yang akrab disapa Ismir ini, KNPI Bangka jutru sedang disibukkan dengan persiapan peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke 92. Terungkapnya dugaan pencatutan nama KNPI ini sendiri bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda ke 92. 

Hal ini ditegaskan Ismir Rachmaddinianto kepada sejumlah wartawan di sela-sela kegiatan mendampingi Ketua Umum KNPI, Haris Pertama, SH yang meninjau langsung kawasan yang akan menjadi tempat operasi KIP. Namun Ismir mengakui bahwa secara hukum, namun kendati begitu Ismir menekankan bahwa untuk beroperasinya KIP tersebut tetap harus memperhatikan kondisi yang ada.

“Jadi saya harus klarifikasi saat pertemuan (konferensi pers mendukung beroperasinya KIP) itu sendiri, kami sedang melakukan rapat persiapan Hari Sumpah Pemuda ke 92. Jadi kalau memang ada perwakilan, itu lucu sekali. jadi saya tegaskan bahwa KNPI tidak hadir dalam pertemuan tersebut. Jadi terkait pencatutan nama KNPI, saya nyatakan kita tidak pernah hadir. Kita dalam organisasi ini, ada bidang-bidang, dan bidang hukum KNPI Bangka saat konferensi pers tersebut, beliau ada bersama kami dalam pertemuan persiapan HSP, Untuk itu kita akan klarifikasi,” tegas Ismir.

Terkait sikap DPD KNPI Bangka sendiri, Ismir mengatakan bahwa sesuai dengan sikap KNPI nasional, KNPI Bangka juga menyatakan menolak beroperasinya KIP. Ditambahkan ismir bahwa pihaknya akan mengkaji secara komprehensif guna mencari solusi atas permasalahan ini. 

“KNPI Bangka akan mengikuti sikap (menolak) dari pihak DPP KNPI, dengan melaksanakan kajian-kajian, sehingga ini menjadi komprehensif. Supaya nantinya ke depan kepada para pihak yang punya kompetensi terhadap permasalahan ini akan menjadi referensi. Dan hal itu akan saya sampaikan kepada rekan-rekan di kepengurusan, khususnya bidang hukum untuk membuat kajiannya,” tambah Ismir. 

Terpisah, Erwin Djalil selaku pihak yang disebut-sebut mengkoordinir dukungan gabungan organisasi LSM, OKP dan Ormas untuk beroperasinya KIP di Laut Matras, mengkonfirmasi nama-nama organisasi tersebut. Dalam konfirmasinya menjawab pertanyaan wartawan, Erwin Djalil merilis foto kertas yang bertuliskan nama-nama 22 organisasi tersebut. Nama KNPI Bangka sendiri berada di urutan 19 dari sekian nama tersebut, dan tertera nama Patria Febriansyah selaku perwakilan KNPI. 

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 22 orgasanisasi yang terdiri dari LSM, Ormas dan OKP, menyatakan dukungannya terhadap beroperasinya Kapal Isap Produksi (KIP) di perairan Matras Kabupaten Bangka. Dalam daftar yang dirilis oleh sebuah sumber menyebutkan bahwa ada nama KNPI sebagai salah satu OKP yang mendukung beroperasinya kapal pencari pasir timah tersebut. Selain KNPI, nama MPC Pemuda Pancasila (PP) juga disebut-sebut masuk daftar pendukung KIP. Namun Ketua MPC PP Bangka, Sarmili, Senin (26/10/20) telah menggelar jumpa pers menyatakan tidak memberikan dukungan atas beroperasi KIP di laut Matras. 

Kisruh dugaan pencatutan nama-nama OKP ini sendiri memanas setelah sejumlah nelayan pantai Matras menggelar aksi demo. Dalam video pernyataan sikap para nelayan Matras yang viral tersebut, mereka mengecam dukungan sepihak gabungan organisasi tersebut, karena menurut para nelayan ini, mereka adalah pihak yang paling merasakan dampak operasional KIP tersebut. Namun hingga saat ini sikap mereka menolak keberadaan KIP di laut tempat mereka mencari nafkah.(Doni)

Komentar

Berita Lainnya