oleh

Arkeolog Temukan Puing Kapal Pemburu Paus

 

AMERIKA I Ahli arkeologi di Amerika Serikat berhasil menemukan puing-puing dari dua kapal pemburu paus yang berasal dari abad ke-19. Penemuan ini terjadi berkat teknologi sonar, tim penyelam, dan perubahan iklim.

“Dengan makin sedikitnya es di Arktik sebagai hasil dari perubahan iklim, arkeolog kini memiliki akses lebih ke situs kapal karam yang potensial lebih dari sebelumnya,” menurut rilis yang dikutip dari Badan Nasional Kelautan dan Atmosfer AS (NOAA), dikutip dari cnnindonesia.com.

Tim NOAA menemukan lambung dari dua kapal pemburu paus di Laut Chukchi yang berusia 144 tahun dan 31 puing lain yang terdampar di pantai Alaska.

Mereka yakin puing itu merupakan bagian dari kapal yang terjebak di es pada September 1871. Setelah terjebak, kapal itu perlahan tenggelam, membuat lebih dari 1.200 pemburu paus di dalamnya terdampar.

Smeul pemburu paus itu berhasil diselamatkan, namun insiden ini dianggap sebagai pemicu makin menurunnya perburuan paus di AS, menurut NOAA.

“Sampai saat ini, tidak ada yang menemukan bukti definitif salah satu armada ini hilang di bawah air,” kata Brad Barr, arkeolog dan ko-direktur proyek NOAA. “Eksplorasi ini memberikan kesempatan untuk menulis bab terakhir dari cerita penting yang merupakan warisan maritim Amerika dan juga menjadi saksi beberapa dampak dari pemanasan iklim pada lansekap lingkungan dan budaya di wilayah ini, termasuk berkurangnya es laut dan mencairnya lapisan es tebal (permafrost).

Komentar

Berita Lainnya