Palembang

Wasekjen DPP PKB Hadiri Muswil PKB Sumsel

83
×

Wasekjen DPP PKB Hadiri Muswil PKB Sumsel

Sebarkan artikel ini
pemkab muba pemkab muba

PALEMBANG – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PKB, Zainul, membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) III PKB Provinsi Sumatera Selatan dengan pesan kuat tentang pentingnya menjaga nilai-nilai musyawarah dan mufakat dalam kehidupan partai. Dalam sambutannya, Kamis (18/12), ia menyampaikan apresiasi atas perjuangan kader PKB Sumsel pada Pilkada dan Pilpres 2024 yang lalu.

Zainul menegaskan bahwa musyawarah wilayah ini adalah amanat dari struktur partai. “Forum musyawarah wilayah ini, PKB mengambil jalan yang relatif terstruktur dan terpimpin. Ini adalah pilihan bagi pembangunan dan konstruksi partai politik kita, agar partai ini menjadi lahan yang luar biasa dalam menghadapi dinamika politik, baik internal maupun eksternal,” ujarnya di hadapan peserta muswil.

Ia menjelaskan bahwa muswil Sumsel ini adalah yang ketiga setelah sebelumnya digelar di Nusa Tenggara Barat. “Ini adalah proses yang kita lakukan dengan percaya diri, Alhamdulillah berkualitas, tanpa harus meninggalkan prinsip-prinsip demokrasi kita,” tambahnya.

Dalam pidatonya, Zainul mengajak kader merenungkan akar budaya musyawarah dalam peradaban Islam dan Indonesia. Ia mengutip sejarah kepemimpinan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, khususnya dalam menghadapi Perang Khandaq (Parit). Saat itu, meski ada perbedaan pendapat antara pilihan bertahan di Madinah atau menghadapi musuh di luar, keputusan akhir diambil berdasarkan musyawarah yang matang, meski pendapat Nabi yang minoritas pada awalnya ternyata adalah yang terbaik.

“Dari sana kita belajar, yang disebut dengan suara mayoritas belum tentu selalu bermanfaat atau tepat. Namun, ketika keputusan telah disepakati, kita harus bersatu. Itulah kenapa dalam konsep demokrasi kita, PKB menjunjung tinggi Pancasila, khususnya sila keempat,” tegas Zainul.

Ia menekankan bahwa muswil ini tidak dimaksudkan untuk memaksakan sistem voting atau pendekatan mayoritas secara kaku. “Musyawarah untuk mufakat juga bagian dari demokrasi yang luhur. Hanya ketika jalan mufakat sudah sangat sulit, baru ditempuh cara lain. Prinsip musyawarah harus kita tempuh selama masih mungkin,” paparnya.

Wasekjen PKB itu berharap agar seluruh proses dan dinamika di tubuh partai, termasuk restrukturisasi yang sedang berjalan, selalu mengedepankan musyawarah. “Kami berharap sahabat-sahabat pengurus di Sumatera Selatan dapat menemukan kebersamaan yang luar biasa melalui forum ini. Mari kita maju bersama, solid, demi kemajuan partai dan bangsa,” tutup Zainul mengakhiri sambutannya.

Muswil PKB Sumsel diharapkan menjadi momentum konsolidasi internal yang tidak hanya demokratis, tetapi juga mengedepankan kebersamaan dan kearifan lokal dalam setiap pengambilan keputusan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *