Politik

Warga Tulung Selapan Keluhkan PDAM & Kantor Desa

176
×

Warga Tulung Selapan Keluhkan PDAM & Kantor Desa

Sebarkan artikel ini
Reses
pemkab muba pemkab muba

Warga Tulung Selapan Keluhkan PDAM & Kantor Desa Hasil Reses Anggota DPRD OKI

KAYUAGUNG I Warga Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten OKI mengeluhkan Tidak maksimalnya kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Agung dan juga kecewa karena ada beberapa desa di Kecamatan setempat yang belum memiliki kantor desa. Hal ini terungkap saat reses anggota DPRD OKI daerah pemilihan (Dapil) Tulung Selapan, Air Sugihan dan Cengal saat menjaring aspirasi masyarakat, Senin (23/4) malam di Balai Desa Selapan Ilir.

Yurizal Fahmi warga Selapan Ilir kecamatan Tulung Selapan dalam pertemuan tersebut mengungkapkan, beberapa keluhannya diantaranya masalah sarana air bersih yang hingga kini tidak bisa dimanfaatkan ditambahlagi sumur bor bantuan pemerintah yang dinilainya gagal total. “Kami minta tolong kepada anggota dewan karena sarana air bersih dan sumur bor bantuan pemerintah tidak bisa dipakai bagaimana solusinya kami menghadapi musim kemarau,”terangnya.

Disamping itu kata Fahmi, masyarakat juga mengusulkan kepada para anggota dewan untuk pemasangan lampu jalan dan mengeluhkan seringnya mati lampu di daerah tersebut. “Kita minta kedepan di kecamatan ini agar dikasih lampu jalan,”terangnya.

Sementara itu, Abdiyanto Fikri anggota DPRD Dapil setempat mengatakan, keluhan masyarakat ini akan ditindaklanjuti dan diusulkan kepada pemerintah.

“Memang banyak keluhan warga selain masalah air bersih, ada juga yang mengeluhkan masalah listrik yang sering padam dan juga usulan untuk pembangunan jembatan nanti akan kita usulkan kepada pemerintah terkait keluhan masyarakat ini,”jelasnya.

Warga Tulung Selapan Keluhkan PDAM & Kantor Desa Sementara itu Subhan Ismail mengatakan, DPRD OKI meminta pihak PDAM untuk segera ke lokasi dan membenahi jeleknya pelayanan tersebut. “Pemkab OKI juga harus melakukan evaluasi terhadap kinerja jajaran PDAM, karena ini menyangkut pelayanan kepada masyarakat,”pinta dia.

Terkait kantor desa dijelaskanya, ada 23 desa di Tulung Selapan. Namun sebagian desa itu ternyata belum memiliki kantor desa sehingga kepala desa bekerja di rumah saat memberikan pelayanan administrasi dan kependudukan kepada warga.

“Kami menghimbau kepada Pemkab OKI agar peka dengan keluhan ini, karena kami menyampaikan aspirasi masyarakat. Kantor desa merupakan kebutuhan dasar dan simbol pelayanan kepada warga. Tugas pokok pemerintah yakni melayani masyarakatnya ,”tuturnya.

Ada 7 anggota dewan yang berasal dari Dapil tersebut. Namun saat reses hanya dihadiri 4 orang yakni Abdiyanto SH MH dari PDIP, Nanda SH dari partai Gerindra, H Subhan Ismail (SBH) dari partai Nasdem dan David dari Hanura. Ketiga orang lainnya reses ke kecamatan lain pada Dapil yang sama. (Romi Maradona)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *