pemkab muba pemkab muba
Nasional

70 Kendaraan di Tol Tangerang-Merak Dipaksa Putar Balik

81
×

70 Kendaraan di Tol Tangerang-Merak Dipaksa Putar Balik

Sebarkan artikel ini
kendaraan
pemkab muba pemkab muba

Jakarta | Sebanyak 70 kendaraan menuju Merak dipaksa putar balik pada hari keempat larangan mudik diberlakukan pemerintah.

Kasat Lantas Polresta Tangerang Selatan, Bayu Marfiando, mengatakan pihaknya masih menemukan sejumlah kendaraan yang berniat mudik.

“Untuk semalam ada sekitar 70 kendaraan yang sudah ada indikasi mudik,” kata Bayu di Pos Pengamanan (Pospam) Mudik Operasi Ketupat Jaya Tahun 2020 Cegah Covid-19, Curug, Kabupaten Tangerang (27/4).

Bayu tak merinci jumlah kendaraan yang diputarbalikkan di hari pertama hingga hari ketiga. Namun, ia mengatakan telah banyak memutarbalikkan kendaraan di tol Tangerang-Merak yang terindikasi akan mudik.

Satlantas Pospam mudik dari Polresta Tangsel kata Bayu sejauh ini hanya bertugas untuk mencegat para pemudik yang melewati jalur tol Tangerang-Merak.

Mereka yang terindikasi berniat mudik akan dipaksa keluar dari tol untuk kemudian memutar balik ke arah Jakarta lewat Jalan Arteri.

Sejumlah kendaraan yang dipaksa putar balik sebagian besar adalah kendaraan pribadi dan bus umum.Kendaraan pribadi bakal dipaksa putar balik jika membawa barang bawaan dalam jumlah banyak atau tidak bisa menunjukkan surat kerja.

“Dalam kendaraannya itu dicek, sudah banyak barang-barang. Kalo alasannya kerja ada surat kerja. Rata-rata kalo perusahaan ada surat kerja. Ya kasat mata yang kelihatan,” jelasnya.

Jalur Mudik Puspitek Sepi

Sementara itu hingga hari keempat, Satlantas Pospam Mudik di Jalan Raya Puspitek, Kota Tangerang Selatan belum menjaring satu pun pemudik yang melewat jalur itu.

Kapospam Operasi Ketupat Jaya 2020, Isti menuturkan Jalan Raya Puspitek, Tangsel dari tahun ke tahun memang sepi pemudik. Dibanding perbatasan lain di Tangsel seperti Pondok Cabe, atau Pamulang, maupun Curug, jalur Puspitek paling sedikit dilewati pemudik.

“Hingga saat ini masih landai saja di sini. Karena di sini kan bukan seperti di Ciputat. Bukan seperti Curug. Atau Pamulang yang ada terminal,” kata dia di lokasi kepada CNNIndonesia.com, Senin (27/4).

Jalan Raya Puspitek, ujar Isti, biasanya dilewati pemudik untuk arah Tangerang seperti Tiga Raksa, Serang, atau Cisoka. Dan sebaliknya, para pemudik yang Tangerang ke arah Sukabumi dan Bogor.

Isti menyatakan, hingga hari keempat arus lalu lintas di Jalan Raya Puspitek, Tangsel tak ada perbedaan dengan hari-hari biasa di masa pembatasan sosial berskala besar. Sejumlah angkutan umum seperti angkot juga terpantau sepi.

Ada pula satu terminal bus bayangan yang sejak Jumat sudah tak beroperasi. Terminal ini biasanya melayani penumpang untuk tujuan Jawa Tengah, seperti Tegal, Purwerejo, hingga Solo.

“Udah dari kemarin sempat ke pula memang sudah tidak ada. Busnya pun sudah tidak ada. Dari hari pertama, itu hari Jumat,” katanya. {Sumber : CNNIndonesia.com}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *