pemkab muba pemkab muba
Bangka Belitung

Patut Dicontoh, Masjid Senilai Miliaran Dibangun dengan Kerjasama Masyarakat dan Pengusaha

50
×

Patut Dicontoh, Masjid Senilai Miliaran Dibangun dengan Kerjasama Masyarakat dan Pengusaha

Sebarkan artikel ini
IMG-20200427-WA0094
pemkab muba pemkab muba

Belinyu | Patut menjadi contoh sebagai Dusun yang mandiri. Beginilah yang dilakukan, Masyarakat Dusun Tanjung Batu Desa Lumut Kecamatan Belinyu kabupaten Bangka, di tengah Pendemi Virus Corona.

Kerja keras bersama untuk kepentingan umum serta ikhlas demi kebersamaan akhirnya membuahkan hasil dimana saat ini masyarakat berhasil membangun sebuah masjid yang bernilai Miliaran Rupiah dan Masjid itu dinamakan Masjid Al Barokah.

Warga Dusun Tanjung Batu, Dinas (40) yang rumahnya berada di depan masjid mengaku sangat bersyukur atas berdirinya masjid Al Barokah.

Menurut dia, Dusun Tanjung Batu memang sudah memiliki masjid. Namun sayangnya, masjid yang lama sangat kecil untuk memuat para jemaah yang semakin hari semakin banyak.

“Allhamdulillah kampung kami sudah ada Masjid Baru Yaa Allah. Dulu sebelum masjid ini selesai, saat hendak sholat jumat, masjid lama tidak bisa menampung warga di wilayah Dusun ini, akhirnya banyak memilih keluar untuk sholat di masjid lain,” jelasnya.

Sementara itu, Kadus Tanjung Batu Ismail, yang sehari-hari biasa disapa Agus,  menjelaskan bahwa pembangunan Masjid tersebut merupakan sumbangsih dari para pengusaha yang dulunya membangun usaha pertambangan di wilayahnya.

“Terbangunnya Masjid ini, merupakan sumbangsih dari para pengusaha yang dulunya pernah buka usaha di sini (tambang, red) yang ngerjain warga-warga sini lah,” ungkapnya, Senin (27/4/2020) siang.

Kemudian dia juga mengakui anggaran dalam pembangunan Masjid tersebut menyentuh hingga angka Millyaran Rupiah.

“Biaya yang dikeluarkan sampai Masjid ini jadi 100 persen itu kurang lebih 2 Millyar,” ungkap Agus.

Lebih lanjut dikatakan Agus jika pembangunan Masjid yang menelan biaya hingga Milyaran rupiah itu juga tak lepas dari peran serta salah satu sosok yang sangat berkontribusi di Dusun itu.

“Ya kami juga berterima kasih kepada Kadrik alias Johan, beliau dulu waktu disini kerja bantu pembangunan sampai 40 persen dari hasilnya,” ucap Agus.

Kontribusi yang dimaksud Agus, yaitu sosok yang juga menekankan solidaritas yang bukan hanya terletak pada pembangunan Masjid, termasuk juga pembagian sembako kepada warga segala kalangan yang dilaksanakan setiap bulan termasuk pembiayaan iuran PAUD yang dilakukan dengan anggaran swadaya Dusun tersebut. (Doni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *