SEKAYU | Adanya aksi pulang kampung akhir – akhir ini dikhawatirkan dapat memicu penyebaran virus Covid-19 atau virus Corona apalagi yang pulang kampung itu berasal dari daerah yang terjangkit.
Untuk itu, pemerintah Kabupaten Muba memberikan himbauan kepada warga Muba yang ada di rantau untuk menunda dulu kepulangannya. Terlebih bagi mereka yang merantau atau bekerja di daerah yang terjangkit Covid-19.
“Sebaiknya jangan pulang kampung terlebih dahulu, ini juga untuk memprotect keluarga kita di kampung masing-masing,” imbau Dodi Reza.
Ketua Umum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) Indonesia ini juga menambahkan, menahan diri sementara untuk tidak pulang kampung juga sudah bentuk andil turut memutus rantai penyebaran virus Covid-19 di Muba.
“Teknologi saat ini sudah sangat canggih, kalau ingin silaturahmi dan memastikan keluarga dengan keadaan sehat kan bisa melalui akses video call dan berkomunikasi lewat telepon seluler, tetapi jika sudah terlanjur mudik wajib menjalankan protokol kesehatan,”terangnya.
Melalui Dinas Kesehatan Muba, Dodi Reza Alex menginstruksikan Dinkes dan Forkopimcam bersama Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di seluruh wilayah Muba untuk mensosialisasikan dan mengedukasi tata cara menerima warga yang sebelumnya berdomisili dari daerah terjangkit yang kebetulan baru balik dari daerah terjangkit.
“10 point protokol tata cara menerima warga dapat kita jalankan bersama-sama pastikan semua berjalan dengan baik jangan panik lakukan edukasi dan sosialisasi sehingga kita bisa satu persamaan dalam pencegahan penyebaran virus covid 19 di daerah,”katanya.
Dodi juga meminta warga untuk bekerjasama jika ada keluarga atau tetangga yang baru pulang dari daerah lain khusunya daerah yang terjangkit virus covid 19 untuk dilaporkan ke RT/RW, kades Lurah atau keperengakat desa sehingga perangkat desa langsung memantau warga tersebut sesuai protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Pertama, laporkan ODP (Orang Dalam Pemantauan) ke aparat desa setempat untuk kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan ke puskesdes atau puskesmas setempat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah MARS.
Lanjutnya, setelah dilaporkan dan diperiksa baru pihak tim medis akan menentukan status ODP tersebut. “Kalau ODP tersebut masuk kategori berat akan dirujuk ke RS rujukan Covid-19,” terangnya.
Azmi menghimbau, agar warga tidak mudah panik dan terus bersinergi dengan para medis di masing-masing wilayah. “Jangan panik, prinsipnya laporkan saja ke tim medis dan perangkat desa jangan mengambil tindakan sendiri, kami pastikan layanan petugas kesehatan mulai dari tingkat pustu puskesmas dan RS akan bekerja maksimal sesuai dengan protokol kesehatan percepatan penanganan covid 19 di Kabupaten Musi Banyuasin sekali lagi bantu tugas kami jika ada warga mudik dari daerah terjangkit ke muba tolong dilaporkan ke pelayanan terdekat,”tegasnya.(Endang)













