Seperti yang diutarakan Hamsuri (54), salah satu petani asal Desa Karang Agung, Kecamatan Abab Kabupaten PALI. Dirinya mengatakan, bahwa kegiatan nugal ini merupakan budaya turun menurun dari zaman dahulu, untuk menanam padi di ladang dengan cara menancapkan batang kayu yang ujungnya telah diruncingkan ke permukaan tanah sebagai tempat benih ditanam.
โ”Menanam padi dengan cara nugal memang merupakan salah satu tradisi yang sudah ada sejak zaman nenek moyang kita dulu hingga sekarang. Jadi sekalian ini kita adakan, untuk menjaga dan melestarikan kearifan lokal kita hingga tidak akan punah ditengah kemajuan zaman yang semakin modern,” ujarnya.
Hal tersebut dibenarkan, Abdul Haris, Kepala Desa Karang Agung mengatakan, bahwa kegiatan menugal ini selain untuk bercocok tanam kegiatan ini juga merupakan, suatu bentuk sederhana untuk menjalin tali silaturahmi antar sesama masyarakat di dalam desa untuk menciptakan budaya gotong royong.
“Dengan adanya kegiatan seperti ini tingkat persaudaraan kita antar sesama masyarakat bisa lebih kuat lagi. Kita juga berharap kebersamaan seperti ini bisa terus berkelanjutan hingga nanti, karena masyarakat Kabupaten PALI ini merupakan satu keluarga yang selalu menjunjung tinggi kebudayaan,” tambahnya.(adn)













