PALI I Warga Bumi Serepat Serasan sangat resah adanya pungutan liar yang terjadi di wilayah Desa Belimbing dan Desa Teluk Lubuk kecamatan Belimbing Kabupaten Muara Enim. Pasalnya, dua desa yang menjadi pintu gerbang masuknya ke wilayah kabupaten PALI tersebut merupakan sarang dari para oknum yang melakukan pungli.
Alhasil, warga PALI yang hendak pergi atau pulang menuju kabupaten PALI tidak terelakan menjadi korban.
Seperti yang disampaikan Horizal, tokoh masyarakat kabupaten PALI Ia menuturkan, bahwa akibat banyaknya pungli para investor yang hendak berinvestasi di Bumi Serepat Serasan menjadi takut untuk menanamkan modalnya di kabupaten PALI.
“Setiap waktu, tidak kenal pagi, siang, sore atau bahkan malam mereka (oknum pungli, red) selalu melakukan pungli. Bahkan mobil tukang sayur pun dipinta Rp 50.000,- s.d Rp 100.000,- setiap mobilnya. Bagaimana pengusaha atau investor mau ke PALI, jika di desa gerbang sana sudah dihadang pungli,” beber Horizal, Kamis (20/10) ketika dijumpai di kediamannya.
Pria yang tercatat sebagai ketua partai politik di Kabupaten PALI itu juga meminta kepada pemerintah dan aparat keamanan untuk menindak tegas para oknum pungli.
“Kemudian, disana kan sedang dilakukan pengecoran jalan. Nah, seharusnya pihak pemborong membayar karyawan untuk menjaga dan mengatur lalu lintas. Bukannya para warga yang melakukan pungli ke setiap angkutan yang lewat. Itukan jalan umum, setiap angkutan yang melaluinya pastilah membayar pajak yang digunakan untuk perbaikan jalan,” tambahnya.
Ditambahkan Suherman, ST tokoh masyarakat Desa Simpang Tais turut mengeluhkan maraknya pungli. Kondisi ini, sambung Suherman selain membuat orang-orang malas datang ke PALI, juga membuat investor takut datang ke Daerah Otonomi Baru (DOB) yang baru berusia tiga tahun itu.
“Saya pernah menjadi sopir angkutan berat rig dan dipinta hingga Rp 1 juta rupiah/ mobil dari Simpang belimbing hingga Desa Teluk Lubuk. Kemudian, di desa teluk lubuk kami dipinta lagi dengan nominal yang sama. Kemudian, simpang Talang Bulang kabupaten PALI, kami kembali dipinta. Tentu kondisi seperti ini yang dikeluhkan para sopir angkutan dan investornya,” jelas Suherman.
Suherman berharap, para pelaku pungli bisa segera diberantas. “Presiden saat ini tengah gencar-gencarnya memberantas pungli. Untuk kami harap pemberantasan pungli tersebut tidak hanya di kota besar, tapi juga ke kabupaten PALI,” tegasnya.(adn)
