oleh

Warga Minta Harga Karet Dinaikkan

INDERALAYA I Masyarakat Desa Betung, Kecamatan Lubuk Keliat Kabupaten Ogan Ilir (OI) dan sekitarnya berharap kepada pemerintah dapat mengintervensi dalam menaikkan harga karet yang makin terpuruk dalam dua tahun terakhir ini.

“Harga karet saat ini makin terpuruk dan sekarang dikisaran harga Rp5.000 per kilogramnya. Padahal dari hasil menjual karet inilah penghasilan kami,”kata Holil, petani karet Desa Betung, Rabu (10/2/2016).

Menurut dia, sebenarnya anjloknya harga karet ini sudah terjadi sejak tahun 2012 lalu hingga sekarang.

Sebelumnya kehidupan petani karet begitu sangat menjanjikan. Bahkan pada tahun 2011 lalu harga karet pernah menyentuh Rp21.000 per kilogram. Tapi sejak 2012 hingga sekarang harga karet makin menurun.

“Akibat anjloknya harga karet itu membuat seluruh petani karet harus menjual harta benda untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Kalau harga karet masih Rp10.000 paling cukup untuk makan saja,”ujarnya.

Mansyur salah satu petani karet Desa Nagasari Kecamatan Muara Kuang juga mengeluhkan hal sama terkait anjloknya harga karet tersebut.

“Sejak harga karet turun, banyak petani yang beralih ke menanam cabe maupun tanaman yang cepat menghasilkan seperti kacang-kacangan,”terangnya.

Dia berharap pemerintah dapat segera turun tangan untuk mengembalikan harga karet sewaktu tiga dan empat tahun terakhir.

Terpisah, Penjabat Bupati OI H Yulizar Dinoto SH menyatakan, memang dengan terpuruknya harga karet saat ini membuat para petani karet di OI banyak yang menjerit. “Komoditas karet ini sepertinya tidak menjanjikan lagi. Memang sebaiknya masyarakat petani jangan hanya mengandalkan kebun karet saja, tapi harus ada alternatif lain, seperti kebun cabai dan nanas maupun lainnya. Ketika karet turun, warga bisa mengandalkan kebun cabai, nanas dan lainnya,”kata Yulizar.(ST)

Komentar

Berita Lainnya