oleh

Warga Lorok Ogan Ilir Minta Pemerintah Menutup Peternakan Ayam Milik Salah Satu Perusahaan

Ogan Ilir | Warga desa Lorok Kecamatan Indralaya Utara Ogan Ilir menuntut Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan untuk menutup industri peternakan ayam milik salah satu perusahaan. Warga mengaku limbah kotoran ayam tersebut telah mencemari lingkungan sekitar.

“Warga sudah melakukan upaya untuk minta mediasi melalui pemerintah kecamatan. Namun kita diminta menunggu dan hingga saat ini permintaan tersebut belum digubris,” ujar Jumadi warga setempat saat diwawancarai, Jumat (18/9/2020).

Warga sekitar juga mengklaim bahwa terjadi pencemaran lingkungan akibat limbah peternakan. 

“Kami sangat tidak nyaman dengan keberadaan kandang ayam ini, kami menuntut untuk segera ditutup karena berdampak pada kesehatan kami. Ditambahlagi banyaknya lalat berterbangan dimana mana, pokoknya kehidupan kami setiap harinya sangat tidak nyaman dengan keadaan seperti ini,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Robert warga lainnya, peternakan ayam ini sangat mengganggu apalagi sangat dekat dengan rumahnya. 

Ditambahlagi kata dia, perusahaan tersebut beroperasi tanpa adanya musyawarah dengan warga sekitar pemukiman tempat dibangunnya peternakan ayam. 

“Kami sangat tidak nyaman dengan kondisi bau yang tidak sedap di pemukiman kami Apalagi anak saya yang masih kecil sangat rentan dengan penyakit,” ungkapnya.

Katanya, Keberadaan peternakan ayam yang berkapasitas lebih dari 60.000 ekor ini kerap menimbulkan bau tidak sedap yang menyengat dan berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat yang berada disekitar kandang ayam.

Warga juga menuntut kepada Bupati Ogan Ilir untuk segera bertindak dan melakukan penutupan terhadap perusahaan yang hanya berjarak sekitar 25 meter dari pemukiman warga bahkan ada rumah warga yang persis berdampingan dengan peternakan ayam tersebut.

Untuk itu kata dia, warga sepakat untuk melakukan aksi dengan pemasangan spanduk penolakan yang dipasang disekitar peternakan. 

Hingga berita ini diturunkan baik dari pihak perusahaan yang menaungi peternakan ayam tersebut maupun pihak kecamatan setempat ketika dihubungi baik via telepon maupun whatsapp belum memberikan jawaban. (Ade Anggela)

Komentar

Berita Lainnya