OKI Maju Bersama

Wabup OKI: Hari Kartini Harus Jadi Gerakan Nyata Kesetaraan Gender

7

OKI – Peringatan Hari Kartini 2026 di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi momentum menegaskan komitmen pembangunan yang inklusif, dengan menempatkan perempuan sebagai subjek utama pembangunan dan anak sebagai generasi yang harus terlindungi. Hal itu disampaikan dalam apel peringatan Hari Kartini yang digelar di halaman Kantor Bupati OKI, Selasa (21/4/2026).

Wakil Bupati OKI Supriyanto menegaskan, bahwa Hari Kartini tidak boleh hanya diperingati sebagai seremoni tahunan semata. Menurutnya, semangat Kartini harus diwujudkan melalui langkah nyata dalam memperluas akses, menciptakan ruang aman, serta membuka kesempatan yang setara bagi perempuan, sekaligus memperkuat perlindungan terhadap anak.

“Hari Kartini harus kita maknai sebagai dorongan untuk mempercepat kesetaraan gender. Perempuan hari ini harus mandiri, berdaya, dan memiliki akses yang sama dalam pendidikan, kesehatan, serta kepemimpinan,” ujarnya.

Ia menilai pembangunan yang berkeadilan tidak cukup hanya dengan membuka peluang. Lebih dari itu, perempuan harus memiliki suara, peran, dan kendali atas pilihan hidupnya, baik di ranah domestik maupun ruang publik.

“Pembangunan yang adil bukan sekadar memberi akses, tetapi memastikan perempuan punya kendali atas hidupnya,” kata Supriyanto.

Menurutnya, penguatan peran perempuan harus berjalan seiring dengan upaya perlindungan anak sebagai generasi penerus bangsa. Keduanya menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Di sektor pendidikan, Pemkab OKI menegaskan tidak boleh ada lagi anak perempuan yang tertinggal atau terhambat akses belajarnya. Sementara di bidang kesehatan, layanan yang inklusif, ramah perempuan, dan berpihak pada kepentingan anak harus terus diperkuat.

“Kita harus memastikan tidak ada lagi anak perempuan yang terhambat pendidikannya, dan setiap perempuan mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan berkualitas,” tegasnya.

Upaya tersebut, lanjut dia, membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah mendorong keterlibatan swasta dan masyarakat melalui berbagai inisiatif, termasuk program Kartini Challenge 2026, guna menumbuhkan kreativitas, partisipasi, dan kemandirian perempuan.

Menutup amanatnya, Supriyanto mengajak seluruh perempuan untuk terus berkembang, berani mengambil peran strategis di berbagai bidang, serta menjaga lingkungan yang aman dan sehat bagi tumbuh kembang anak.

“Kartini masa kini adalah perempuan yang cerdas, tangguh, mandiri, dan berani menyuarakan gagasan, sekaligus memastikan anak-anak tumbuh aman dan bermartabat,” pungkasnya.

Exit mobile version