OKI Maju Bersama

Delapan Kandidat Ramaikan Muscab PKB OKI

11

OKI – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sabtu (18/4/2026), menghadirkan dinamika politik yang menarik. Sorotan utama tertuju pada banyaknya kandidat yang maju dalam perebutan kursi Ketua DPC PKB OKI.

Muscab yang digelar di Aula Hotel Dinasti Kayuagung ini awalnya diikuti oleh lima kandidat internal. Namun, setelah Ketua DPP PKB A. Halim Iskandar membuka ruang usulan dari tingkat bawah, jumlah kandidat bertambah menjadi delapan orang.

Tiga nama tambahan muncul dari usulan Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC), yakni Harimandani dari DPAC Tanjung Lubuk, Ayu Monaria dari DPAC Pedamaran, serta Suwarsono dari DPAC Teluk Gelam.

Dengan demikian, total kandidat yang akan bersaing yakni HM Djakfar Shodiq (Ketua DPC PKB saat ini), Farid Hadi Sasongko (Ketua DPRD Kabupaten OKI), RA Ludfiatunnada, Purwaningrum Meri, Kenedy, Harimandani, Ayu Monaria, dan Suwarsono.

Dari delapan nama tersebut, perhatian publik juga tertuju pada Harimandani yang saat ini menjabat Sekretaris DPC PKB OKI serta Ayu Monaria, anggota DPRD OKI. Keduanya sama-sama diusung oleh DPAC dan kini harus berkompetisi dalam kontestasi internal partai.

Fenomena ini menjadi warna tersendiri dalam Muscab PKB OKI, sekaligus mencerminkan terbukanya ruang demokrasi internal partai.

Ketua DPP PKB A. Halim Iskandar menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak menyalahi aturan partai. Menurutnya, siapa pun berhak dicalonkan selama mendapat dukungan dari struktur di bawah.

“Tidak ada masalah. Bahkan kalau mau mengusulkan diri sendiri juga boleh,” ujarnya saat diwawancarai.

Ia juga menjelaskan bahwa Muscab merupakan agenda konsolidasi struktural lima tahunan yang kini dilakukan dengan pendekatan berbeda, yakni menggabungkan usulan dari akar rumput dengan pemetaan dari DPP.

Menurutnya, seluruh kandidat yang muncul tidak otomatis ditetapkan sebagai ketua. Mereka masih harus menjalani tahapan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebelum keputusan akhir ditentukan oleh DPP PKB.

“Nama-nama ini merupakan usulan dari ranting dan PAC serta kekuatan kultural. Setelah ditetapkan dalam Muscab sebagai calon, mereka akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan, dan keputusan akhir ada di DPP,” jelasnya.

Sejumlah kader PKB yang dimintai pendapat menilai, dengan mekanisme tersebut, persaingan menuju kursi Ketua DPC PKB OKI tidak hanya ditentukan oleh popularitas di tingkat bawah, tetapi juga kapasitas, kualitas kepemimpinan, serta kemampuan manajerial para kandidat.

Ada pula yang berpendapat bahwa skema ini menegaskan pertarungan sesungguhnya belum berakhir di arena Muscab. Justru, proses seleksi di tingkat pusat akan menjadi penentu akhir.

Kini publik menanti siapa yang akan terpilih memimpin DPC PKB OKI dan membawa arah baru bagi partai di tingkat daerah.

Exit mobile version