oleh

Video Jalan Rusak di Talang Rimba OKI Viral

Ogan Komering Ilir | Video aksi laki-laki kemayu melontarkan cibiran kepada pemerintah atas jalan rusak yang berada di Desa Talang Rimba, Kecamatan Cengal, OKI, viral di dunia maya.

Video berdurasi 25 detik yang di repost@oki.sekilan pada Jumat (3/7/2020) lalu ditonton hingga 1.860 tayang dengan 38 kali dibagikan, 15 komentar hingga ratusan like.

Beragam komentar dari para netizen diantaranya Slamet Anwaro mengatakan semua dana sudah dicairkan di desa masing-masing, itu urusan kades setempat. 

Sementara netizen Jumari Resti mengatakan bicik pemerintah kita lagi sibuk ngurusin Corona sehingga yang lain dak diurusi semua.. Hhhhhhhhhh.

Begitupun komentar Gendon Advanture mengatakan pasti jalan sengketa. Sedangkan netizen Herdy Herdy berkomentar bantuan dana desa dr pusat/tahunnya mn ?kemano lari dana bantuan setiap tahun ny. Ragil Kuswandi mengatakan ini yang dikatakan membangun dari desa.

Dalam video tersebut, pemuda rada kemayu menunjukan air yang menggenangi jalan utama masyarakat sembari menyinggung pemerintah, disaksikan satu pemuda diatas motor dan anak-anak.

“Ya Allah min, jalan Desa Talang Rimba, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel. Mana pemerintah ini min. Lihat jalan ini, kecoa dan biawak saja tidak dapat melintas, tolong nian, tolong -tolong pemerintah celeng bae mintas lewat jalan ini,” sindir pemuda kemayu sembari berjalan di atas kubangan air.

Menyikapi hal itu, Kepala Desa Talang Rimba, Noversyah saat dikonfirmasi melalui selulernya, Sabtu (4/7/2020) sangat menyayangkan adanya video tersebut. Kendati jalan becek dan tergenang air, namun jalan tersebut masih dapat dilewati berbagai jenis kendaraan.

“Alhamdulillah semua transportasi bisa lewat semua. Saya juga kurang paham apa maksud dan tujuan yang buat video itu,” ujarnya.

Kades mengaku memang saat hujan, air menggenangi sebagian besar jalan tersebut. Walaupun jalan tersebut tergenang, namun seluruh kendaraan dapat melintas karena sudah dibuatkan jembatan darurat yang terbuat dari kayu.

“Jalan itu jalan kabupaten dan kami sudah gotong royong bersama perangkat desa dan kecamatan. Ya, kita buatkan jembatan memakai tumpukan kayu sepanjang sekitar 15 meter,” terangnya. (Jangmat)

Komentar

Berita Lainnya