Pantauan dilokasi, Jumat (17/2/2017) Jalur utama menuju tiga desa ini sudah memasuki fase “klimaks” pasalnya, dengan kondisi tanah merah ditambah intensitas hujan yang Cukup tinggi membuat jalan yang menjadi satu-satunya akses menuju tiga desa tersebut tidak bisa dilalui kendaraan apapun, sehingga perekonomian tiga desa yang mempunyai penduduk lebih dari 2000 kartu keluarga (kk) lumpuh dalam seminggu terakhir.
Zakariah (29) sopir truk angkutan barang mengeluhkan kondisi tersebut, pasalnya barang yang diangkut dari Kota Palembang menuju desa tersebut harus berhenti di jalan yang rusak karena tidak bisa lagi dilalui kendaraan.
“Kami terpaksa estafet saat membawa barang, ini tentunya menjadikan biaya lebih mahal,” ujar Zakariah.
Disesalkannya, aparat pemerintahan seolah membiarkan kondisi tersebut, seakan desa itu sudah tidak berpenghuni padahal ada perusahaan besar yang memanfaatkan jalur itu.
“Sempat ada tindakan alat berat tapi semakin parah jalannya, tidak ada pemerintah, baik pemerintah desa maupun perusahaan,” seloroh Zakariah.
Dicontohkan Zakariah, perekonomian akan terancam lumpuh, karena semua mobil barang tidak bisa masuk, terlebih hari ini (jumat, red) (17/2/2017) pasar kalangan desa terancam sedikit pedagang karena besarnya biaya operasional yang harus dikeluarkan.
“Banyak pedagang tidak bisa lewat,” tutup pria yang sambil menjaga sedang terpater dijalan rusak tersebut.
Sementara itu, Budiman, Sekretaris Komisi III DPRD OKI mengatakan, memang saat ini, akibat tingginya curah hujan di awal Februari banyak sekali jalan yang putus akibat tergenang air, dan hal itu terjadi hampir disemua daerah di Sumatera Selatan, bukan hanya di OKI.
Namun, khusus di OKI memang terdapat dibeberapa kecamatan yang ruas jalanya putus akibat tingginya intensitas hujan, terutama di Kecamatan Tulung Selapan dan Kecamatan Air Sugihan, hal tersebut tentu harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah
“Saat ini memang musim hujan, sehingga banyak jalan yang rusak, bukan hanya di OKI, tapi meskipun demikian kami harapkan ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah OKI pada rencana pembangunan tahun ini dan tahun mendatang,” Jelas Dia. (Romi)













