OKI – Sebanyak 410 penari tampil dalam tari massal ‘Harmony Nusantara’ untuk memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Senin (17/8/2026).
Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI sekaligus menjadi panggung keberagaman budaya Indonesia. Ratusan penari membawakan ragam gerak dari sejumlah daerah di nusantara sebelum akhirnya menyatu dalam tari Cang-Cang, tarian khas Kayuagung.
Sebanyak 400 pelajar tampil bersama 10 anak berkebutuhan khusus. Keterlibatan seluruh penari tersebut membawa pesan tentang kebersamaan, inklusivitas, serta kesempatan yang setara dalam ruang budaya dan perayaan kemerdekaan.
Tari massal ‘Harmony Nusantara’ dipersembahkan Pemerintah Kabupaten OKI bersama Bank Sumsel Babel. Bupati OKI bertindak sebagai pelindung, sedangkan Ketua TP PKK Kabupaten OKI, Hj. Ike Muchendi, memberikan pembinaan.
“Ini bukan sekadar pertunjukan tari, tetapi ruang bagi anak-anak untuk mengenal keberagaman, belajar kebersamaan, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia. Saya bangga melihat mereka tampil bersama,” ujar Ike.
Ia berharap kegiatan seni dan budaya serupa dapat terus dikembangkan sebagai wadah bagi generasi muda OKI untuk melestarikan budaya sekaligus memperkuat persatuan.
Pertunjukan dibuka dengan ragam tari dari tujuh daerah di Indonesia. Tradisi Batak dari Sumatera Utara ditampilkan melalui gerak manortor dan hentakan yang tegas. Dari Sumatera Barat, tari Minangkabau hadir dengan gerak tangan yang dinamis. Sementara itu, tari Lampung menampilkan karakter gerak yang anggun dan mencerminkan kebersamaan.
Kemudian, tari Bugis dari Sulawesi Selatan memperlihatkan gerak yang kokoh dan berwibawa, merepresentasikan keberanian serta keteguhan. Tradisi Bali kemudian hadir dengan gerakan dinamis dan permainan mata yang menjadi ciri khasnya.
Selanjutnya, tari Jawa menampilkan gerak yang halus, terukur, dan mengalir. Tari Sunda dari Jawa Barat melengkapi rangkaian dengan gerakan yang lincah dan ceria. Ragam tradisi tersebut kemudian diarahkan menuju satu titik, yakni Kayuagung sebagai tuan rumah pertunjukan.
Puncak pertunjukan ditandai dengan hadirnya tari Cang-Cang, tarian khas Kayuagung. Seluruh penari kemudian menyatu dalam satu rangkaian gerak. Tari Cang-Cang menjadi simbol tuan rumah yang merangkul berbagai tradisi nusantara. Gerakan dari berbagai daerah yang sebelumnya tampil secara terpisah kemudian melebur menjadi satu harmoni.
Konsep tersebut sejalan dengan pesan ‘Harmony Nusantara’, keberagaman tidak harus diseragamkan, tetapi dapat dipertemukan dalam semangat persatuan.
Keterlibatan 10 anak berkebutuhan khusus semakin memperkuat pesan tersebut. Mereka tampil bersama ratusan pelajar dalam satu panggung, menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan sekaligus ekspresi budaya masyarakat OKI.
Melalui ‘Harmony Nusantara’, ratusan pelajar OKI tidak hanya menampilkan kekayaan budaya Nusantara, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa perbedaan dapat menjadi kekuatan ketika dipertemukan dalam kebersamaan.
