OKI – Sebanyak 47 tim sepak bola usia dini bersaing memperebutkan tiket menuju Seri Nasional Liga Merah Putih. Kompetisi kategori U-10 dan U-12 tingkat SD/MI tersebut berlangsung di Stadion Segitiga Emas Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Rabu (30/9/2026).
Sebanyak 11 tim tampil di kategori U-10, sedangkan 36 tim lainnya berlaga di kategori U-12. Tim terbaik dari kompetisi regional ini akan melanjutkan perjuangan ke Seri Nasional Liga Merah Putih di Kota Bandung, Jawa Barat, pada 6 Oktober 2026.
Bupati OKI Muchendi Mahzareki mengatakan, kompetisi sepak bola usia dini tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan. Pengalaman bertanding, menjunjung sportivitas, serta kemampuan menerima hasil pertandingan merupakan bagian penting dalam proses pembentukan karakter atlet muda.
“Bertandinglah dengan sportif dan jujur. Jangan takut kalah. Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak belajar bertanding dengan baik,” kata Muchendi.
Ia juga meminta para pemain, pelatih, orang tua, dan pendukung untuk bersama-sama menjaga pertandingan tetap aman serta menghormati lawan.
“Semangat bertanding harus berjalan beriringan dengan sikap saling menghormati. Jangan sampai ada perkelahian atau perselisihan,” ujarnya.
Menurut Muchendi, kompetisi seperti ini menjadi salah satu wadah untuk menemukan talenta sepak bola sejak usia dini. Potensi tersebut selanjutnya perlu dibina secara berkelanjutan agar dapat berkembang dan melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
“Pemerintah daerah berkomitmen mendukung pengembangan potensi anak-anak agar ke depan bisa menjadi atlet yang berprestasi,” katanya.
Ketua Karang Taruna Kabupaten OKI Muhammad Taufik mengatakan, Liga Merah Putih Regional OKI menjadi bagian dari upaya mendorong pembinaan olahraga usia dini sekaligus memetakan talenta sepak bola muda.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong pembinaan olahraga usia dini sekaligus mencari dan mengembangkan bibit-bibit sepak bola muda di Kabupaten OKI,” kata Taufik.
Liga Merah Putih Regional OKI diselenggarakan Karang Taruna Kabupaten OKI secara mandiri dengan semangat gotong royong serta dukungan dari sejumlah mitra dan sponsor.
Bagi para pemain muda, kompetisi ini menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan sekaligus membuka jalan menuju panggung sepak bola yang lebih tinggi. (*)
