oleh

Tantangan Perwira Polri dalam Menangani Kejahatan Berbasis Teknologi

Oleh Muhammad Farhan Asyraf

Palembang – Kehadiran teknologi pada masa sekarang ini merupakan suatu kemajuan dalam kehidupan manusia. Banyaknya teknologi yang telah ditawarkan seperti handphone dan internet. Internet ini merupakan jaringan dengan jutaan komputer maupun handphone yang terhubung. Melalui internet, informasi apapun dapat kita raih dalam waktu sekejap saja. Namun, dibalik segala kemudahan dalam mengakses informa siapa saja, ada sisi negative yang tampak dari kemudahan dalam mengakses internet ini. Dalam hal ini, timbulah berbagai kejahatan siber atau lebih dikenal dengan sebutan cybercrime.

Apakah itu kejahatan siber? Kejahatan siber adalah suatu bentuk tindakan perbuatan yang melanggar hukum dengan menggunakan internet dan dunia maya sebagai alat untuk melakukan kejahatan. Kecanggihan teknologi dapat menjadi senjata berbahaya yang digunakan penjahat untuk mengincar mangsa-mangsanya. Tentunya terdapat perbedaan antara kejahatan konvensional dengan kejahatan dunia maya. Dalam kejahatan konvensional seperti perampokan, pembunuhan, dan pencurian menggunakan tenaga yang besar dari pelakunya, sehingga dalam pelaksanaan penindakan oleh anggota polri terhadap pelaku kejahatan tersebut tergolong mudah. Akan tetapi, kejahatan siber ini pada umumnya dilakukan oleh pelaku kejahatan yang mempunyai tingkat intelegensia yang tinggi sehingga dapat mengecoh kepolisian dalam menangkap pelaku tersebut.

Taruna Akpol tingkat 4 Batalyon Arkana Satriadharma sebentar lagi akan lulus dari Akademi Kepolisian. Banyaknya tantangan tugas kedepan yang akan menanti para calon perwira polri ini. Mulai dari kejahatan konvensional hingga kejahatan siber ini. Oleh karena itu, pentingnya calon perwira Akpol meningkatkan kompetensi dalam menghadapi masalah kejahatan siber ini.

Bagaimanakah cara untuk meningkatkan kompetensi dalam menghadapi kejahatan siber. Calon perwira Polri harus membaca literatur mengenai kejahatan siber, paham mengenai teknologi baik komputer maupun internet, mengisi waktu dengan ilmu ilmu kriminologi, dan meningkatkan kemampuan kepemimpinan. Sehingga dari hal tersebut, calon perwira Polri dapat mempunyai kompetensi yang baik dan siap untuk menghadapi tantangan di wilayah ketika lulus nanti.

Komentar

Berita Lainnya