oleh

Tak Terima Lahannya Diserobot, Slamet Lapor Polisi

Palembang l Slamet melalui kuasa hukumnya Alpanto Wijaya SH MH. Yang akrab di sapa ALPA, melaporkan Teguh Tusin ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel Rabu (18/08/2021) dalam dugaan kasus tindak pidana pemalsuan dan menggunakan surat palsu sesuai dengan pasal 263 KUHP dan pasal 266 KUHP untuk menyerobot lahan seluas dua hektar di desa Gasing Kabupaten Banyuasin.

Saat ditemui usai membuat laporan Alpanto Wijaya. SH., MH. didampingi Jilun SH MH dan Derry Adrian SH yg tergabung dalam kantor hukum ALPA & PATNERS mengatakan, tanah seluas dua hektar di desa Gasing Kabupaten Banyuasin milik kliennya telah diserobot terlapor Teguh Tusin diduga dengan menggunakan dokumen palsu yang dilakukan terlapor pada Desember 2020 lalu.

” Karena perbuatan terlapor sudah meresahkan klien kami sehingga kami laporkan ke Polda Sumsel dengan laporan ini kami meminta Polda Sumsel untuk menindak lanjuti laporan klien kami,” ujarnnya kepada wartawan.

Dikatakan Alpanto, sebelumnya terlapor telah dua kali melaporkan kliennya dari tahun 2014, dan 2020 karena tidak terbukti sehingga laporan terlapor diterbitkan SP3.

” Makanya hari ini klien kami membuat laporan polisi dengan terlapor Teguh Tusin dalam dugaan kasus penyerobot tanah dengan menggunakan dokumen palsu. Karena mafia tanah harus diberantas sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang meminta memberangus adanya praktik tindak pidana mafia tanah di Indonesia,” harapnya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi membenarkan adanya laporan pelapor dalam dugaan kasus pemalsuan dokumen atau menggunakan surat palsu dalam fakta otentik dan sesuai dengan pasal 263 KUPH. Laporan pelapor sudah diterima dengan nomor register. Nomor : STTLP / 750 / VIII / 2021 / SPKT Polda Sumsel.

” Laporan pelapor akan dilimpahkan ke Ditreskrimum selanjutnya akan dilakukan penyelidikan,” singkatnya. (Abdus)

Komentar

Berita Lainnya