oleh

Susi Mahmudah, Gadis Asal Semendo yang Menjadi Wisudawan Terbaik UIN Raden Fatah 2020

PALEMBANG – Susi Mahmudah dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Raden Fatah Palembang menjadi wisudawan terbaik tingkat Universitas pada wisuda ke-74 UIN Raden Palembang, Kamis (8/10/2020). Bukan hanya berhasil lulus tepat waktu dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, Susi juga tercatat sebagai mahasiswa aktif di Organisasi Kampus.

Mahasiswa angkatan 2016 ini mengaku bangga atas hasil capaiannya selama ini hingga mampu menjadi yang terbaik. “Yang pastinya kaget dan tidak menyangka ketika diumumkan sebagai wisudawan terbaik” ungkapnya usai wisuda.

Menurut Susi, predikat ini dipersembahkan sepenuhnya untuk kedua orang tua sebagai pahlawan kehidupan yang luar biasa baginya. “Selanjutnya para tenaga pendidik dan kependidikan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) yang telah mengantarkan saya memperoleh gelar sarjana di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan serta Pembina dan teman-teman seperjuangan di organisasi pramuka yang telah menanamkan sikap disiplin dan terus memberikan dukungan moril,” ujarnya.

Susi Lulus dari FITK pada bulan April yang lalu dengan IPK 3,97 dan masa studi 3,8 bulan. Ia lulus dengan skripsi berjudul Analisis pelaksanaan ekstrakurikuler pramuka SD Negeri 159 Palembang.

Diungkapkan Susi, sebenarnya ia tidak memiliki target khusus dalam pencapaian prestasinya. Namun ia selalu berusaha melakukan yang terbaik dan mampu mengelola waktu semaksimal mungkin. “Saya selalu terinsipirasi dari Kakak Ayuk para alumni, khususnya dari Senioren Pramuka yang mampu memberikan sumbangsih besar dan kebanggaan bagi almamater dan mampu membagi waktu antara kegiatan akademik, organisasi, kepanitiaan, lomba, dan lain lain,” ungkap mahasiswa asli asal Semendo Muara Enim ini.

Selanjutnya, ia berusaha membagi waktu antara kegiatan akademik, organisasi, lomba, serta kegiatan lain yang mampu mengembangkan skill. Di organisasi kampus Aditya menjabat sebagai Ketua Racana Pramuka Pandega UIN Raden Fatah Palembang.

“Prinsip hidup menurut Saya merugilah ketika belajar hanya disempitkan pada ruang kelas, dosen, buku dan perpustakaan saja. Karena yang saya rasakan ilmu kehidupan yang sesungguhnya dapat diperoleh ketika kita banyak berinteraksi bersama orang dalam kanal organisasi, kepanitiaan, kegiatan-kegiatan sosial di masyarakat, lomba termasuk dari ruang ruang diskusi,” tambah susi.

“Semoga dari ilmu yang saya dapatkan selama kuliah di UIN Raden Fatah mampu diimplementasikan dengan baik dalam kehidupan di masyarakat. Cita-cita Saya adalah menjadi orang yang mendatangkan manfaat bagi banyak orang,” tandasnya. (Ade)

Komentar

Berita Lainnya