OKI Maju Bersama

SPAM Air Sugihan Ditargetkan Layani 2.400 KK, Warga Pesisir Segera Nikmati Akses Air Bersih

5
×

SPAM Air Sugihan Ditargetkan Layani 2.400 KK, Warga Pesisir Segera Nikmati Akses Air Bersih

Sebarkan artikel ini
pemkab muba

OKI – Setelah bertahun-tahun mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), diharapkan segera memperoleh akses air bersih yang lebih memadai. Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berkapasitas 30 liter per detik ditargetkan mampu melayani 2.400 kepala keluarga (KK).

Bupati OKI Muchendi Mahzareki mengatakan, penyediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Hal tersebut disampaikannya dalam rapat paripurna Hari Jadi ke-81 Kabupaten OKI di Gedung DPRD OKI, Senin (12/10/2026).

“Air bersih bukan sekadar infrastruktur, melainkan kebutuhan dasar masyarakat. Kami berharap pembangunan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” kata Muchendi.

Pembangunan SPAM Air Sugihan menelan anggaran Rp80 miliar. Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp66 miliar serta dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) PT OKI Pulp sebesar Rp14 miliar.

Menurut Muchendi, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan pelayanan.

Pemerintah Kabupaten OKI, lanjutnya, akan terus mendorong kerja sama lintas sektor agar kebutuhan dasar masyarakat dapat dipenuhi secara bertahap dan berkelanjutan.

Pembangunan tersebut juga sejalan dengan agenda OKI Maju Bersama 2030 yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemerataan pembangunan dan penguatan pelayanan dasar.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan, bahwa pembangunan harus berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat, termasuk warga yang tinggal di kawasan pesisir dan wilayah yang sulit dijangkau.

Ia juga meminta dukungan DPR RI untuk mendorong percepatan realisasi program penyediaan air bersih di Air Sugihan. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat sehingga pembangunan infrastruktur dasar yang dibutuhkan masyarakat bisa terlaksana lebih cepat.

Menurut Herman Deru, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya investasi atau kapasitas fasilitas yang dibangun, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

“Pemerataan pembangunan tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan. Masyarakat di kawasan pesisir juga harus mendapatkan akses terhadap infrastruktur dasar yang memadai,” ujarnya.

Dengan pembangunan SPAM ini, akses air bersih bagi masyarakat Air Sugihan diharapkan semakin luas, sekaligus mengurangi ketergantungan warga terhadap air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *