Bangka Belitung

Soal Pemadaman Listrik, Komisi III Panggil Dirut PLN Babel

244
×

Soal Pemadaman Listrik, Komisi III Panggil Dirut PLN Babel

Sebarkan artikel ini
IMG-20220301-WA0010
pemkab muba pemkab muba

PANGKALPINANG – Komisi III DPRD Kepulauan Bangka Belitung mengadakan rapat bersama PLN Unit Induk Wilayah Babel di ruang Bamus, Selasa (1/3/2022). Rapat tersebut membahas pemadaman listrik yang kerap terjadi sehingga membuat masyarakat komplain dan mengadu ke DPRD Babel.

Rapat di pimpin Ketua DPRD Herman Suhadi, Wakil Ketua, Amri Cahyadi, Ketua Komisi III DPRD Efredi Efendi dan anggota.

“Bukan waktu itu sebelum memasuki tahun 2022 pernah terjadi pemadaman yang cukup lama, karena adanya kerusakan pada mesin pembangkit, yang memerlukan pergantian. Dan Alhamdulillah kata Pak GM sudah selesai, tapi kenapa beberapa bulan kemudian di Februari kemarin itu terjadi lagi,” tanya Herman Suhadi

Kata Herman, akibat kejadian ini masyarakat bergejolak kembali, karena menurutnya listrik adalah sumber hajat hidup hidup banyak. Kita tahu persis, bahwa listrik salah satu yang menyangkut hajat hidup orang banyak, karena di segala sektor menggunakan listrik,” tegas Herman.

Politikus PDIP Babel ini pun meminta kepada PLN agar tidak lagi melakukan pemadan listrik, terlebih lagi disaat umat muslim akan menghadapi bulan suci ramadhan. “Tidak lama lagi kita akan memasuki Bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri, untuk itu sekali lagi saya katakan agar jangan lagi ada pemadaman, karena kalau sampai byarpet lagi, otomatis masyarakat akan bergejolak kembali,” pintanya.

General Manager PLN UIW Babel Amris Adnan mengatakan, PLN baru akan merencanakan agar kelistrikan di wilayah Bangka Belitung tidak difisit dengan cara membangun interkoneksi Sumatera – Bangka.

“Kita sudah merencanakan agar kelistrikan di Bangka ini tidak difisit, oleh sebab itu kita bangun interkoneksi Sumatera Bangka melalui kabel laut dengan kekuatan 200 Megawatt,”ujar Amris.

Namun alasan pandemi proyek interkoneksi terhambat akibat terkendala mobilisasi tenaga kerja dan material. “Rencananya interkoneksi ini sudah beroperasi di Bulan Agustus 2021, namun karena terjadi Covid yang menghalangi dan terkendala mobilisasi tenaga kerja, mobilisasi material, sehingga projek ini mundur,” terang Amris.

Amris Adnan mengakui, jika saat ini PLN UIW Babel tidak mempunyai cadangan jika ada kerusakan disalah satu mesin, sehingga dengan tidak mau harus melakukan pemadaman. “Jika terjadi satu saja mesin yang mengalami gangguan, maka kami tidak punya mesin pengganti, untuk mempertahankan kondisi kelistrikan. Sehingga yang terjadi pemadaman yang dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Lanjutnya, dengan jumlah cadangan daya yang semakin menipis, ternyata tidak mampu untuk memenuhi permintaan kelistrikan. Terlebih lagi dengan pertumbuhan tambak udang yang semakin menjamur di Pulau Bangka, sehingga lebih banyak memerlukan sumber listrik.

“Seperti kita ketahui, tambak udang di Bangka ini tumbuh dengan pesat, sehingga menyebabkan cadangan daya di Bangka semakin tipis , sehingga dengan kondisi seperti ini, mengelola cadangan yang semakin menipis itu sulit bagi kami,” jelasnya. (Doni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *