PALI, – Seperti petani yang akhirnya menuai hasil setelah bertahun-tahun menunggu musim panen, ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akhirnya memetik manisnya perjuangan.
Rabu (1/10/2025), Lapangan Gelora November, Kecamatan Talang Ubi, berubah menjadi samudra biru. Seragam Korpri yang dikenakan 1.469 PPPK tampak berkilau diterpa sinar matahari pagi, seolah mengabarkan bahwa harapan yang lama ditanam kini tumbuh menjadi kenyataan.
Pelantikan bersejarah itu dipimpin langsung oleh Bupati PALI, Asgianto ST, bersama Wakil Bupati Iwan Tuaji, disaksikan oleh Forkopimda, kepala OPD, serta ribuan keluarga yang memenuhi lapangan.
Namun, di balik rasa haru, Bupati Asgianto menyelipkan pesan tajam.
“Jangan merasa besar kepala setelah dilantik. Ingat, kalian adalah pelayan masyarakat. Amanah ini harus dijalankan dengan kerja nyata, bukan dengan gaya-gayaan. Jangan sampai roda pemerintahan macet hanya karena ASN lalai,” ujarnya tegas.
Bupati juga mengingatkan, zaman digital bukan alasan untuk melupakan kewajiban.
“Kantor bukan tempat main TikTok. Media sosial boleh, tapi bukan di jam kerja. Kinerja kalian akan kami evaluasi secara berkala,” tandasnya, disambut tepuk tangan hadirin.
Lebih jauh, ia meminta seluruh PPPK menjaga harga diri daerah.
“Jaga marwah PALI. Tunjukkan ke masyarakat bahwa ASN kita bisa diandalkan. Jangan kotori kepercayaan ini,” pesannya.
Bupati bahkan menyoroti fenomena pegawai yang sering terburu-buru menggadaikan SK setelah pelantikan.
“Jangan langsung digadaikan SK kalian. Ini bukan sekadar kertas, tapi tanda kepercayaan negara. Saya minta BKPSDM mengawasi dengan ketat,” titahnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM PALI, H. Imansyah, SE MM, merinci bahwa PPPK yang dilantik terdiri dari 1.086 tenaga teknis, 208 tenaga kesehatan, dan 175 tenaga guru.
“Ini adalah puncak penantian panjang. Setelah melalui seleksi dan verifikasi ketat, akhirnya ribuan PPPK resmi bergabung memperkuat birokrasi PALI. Momentum ini harus menjadi awal pengabdian yang penuh disiplin dan profesionalisme,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukan hadiah, melainkan pintu masuk untuk pembuktian diri.
“Kami harap, pelayanan publik semakin berkualitas. ASN PPPK harus menjadi wajah baru birokrasi yang bersih, transparan, dan bekerja sepenuh hati untuk masyarakat,” tambahnya.
Seperti tetesan embun yang jatuh ke tanah kering, pelantikan 1.469 PPPK ini menjadi penyegar harapan, bukan hanya bagi mereka yang dilantik, tetapi juga bagi masyarakat PALI yang menunggu pelayanan publik yang lebih baik. (ADV)













