oleh

Seruduk Hino Empat Penumpang Jazz Meninggal Satu Selamat

KAYUAGUNG | Sebanyak  4 korban meninggal di TKP dan 1 selamat dalam kecelakan di Jl Tol Palembang-Kayuagung KM 338 Kecamatan Jejawi antara mobil  Honda Jazz BG 1217 KK yang dikendarai oleh Rico Tampati (19), Warga VI blok D RT 12 RW 00 Kelurahan Kutaraya Kecamatan  Kayuagung menyeruduk masuk dibawa kolong Fuso Hino BG 8949 IO yang dikendarai  Riski Hermansyah (38), warga  komplek GPA Sukajadi KM 14 RT 02 RW 01.

Kapolres OKI AKBP Alamsyah Pelupessy melalui  Kasatlantas, AKP Amalia SIK membenarkan adanya kejadian tersebut diduga kecepatan kendaraan  yang dikemudikan korban tinggi karena di TKP tidak ada bekas rem. ” Tapi ini masih kami dalami termasuk apakah kondisi korban saat itu apakah mengantuk atau mabuk masih didalami, “terangnya. 

Untuk  itu,  4 korban yang meninggal di TKP yakni Adi,  Rafiko, Rico Tampati dan Sus sudah diperiksa dari sampel rambut sementara  Ferdinan yang mengalami memar dibagian leher belakang bawah telinga sebelah kiri korban dalam keadaan sadar, sudah diambil sampel darah. Lalu kondisi sopir dan kernet Truk Hino sehat jasmani rohani. 

Sebenarnya kalau dibilang rawan kecelakaan  di Tol itu tidak juga,  tergantung kecepatan pengendara. Karena kecepatan  maksimal 100 km/jam kalau terjadi lakalantas patalitas itu pasti kecepatan tinggi kalau kecepatannya normal landai .

Untuk kecepatan tinggi menggunakan lajur kanan kalau kecepatan rendah lajur kiri.  Selama ini pihaknya  terus melakukan  sosialisasi  tatacara berkendara  di dalam tol yang masih banyak belum dipatuhi pengendara. 

Amirsah paman korban mengungkapkan,  sehari sebelum kejadian ia sempat bertemu ke 5 keponakannya yakni  Sus,  Radiko, Rico, Adi dan Ferdian yang semuanya merupakan  warga Desa Sungai Sibur Kecamatan Sungai Menang. ” Saya baru pulang dari Jakarta sekitar 20 menit bertemu semua keponakanya itu. Tidak menyangka semuanya jadi korban kecelakaan ini, “ungkapnya lirih. 

Sebenarnya Rico Tampati itu merupakan mahasiswa semester 3  Kuliah di Universitas  Jogjakarta, karena Covid-19 sudah 3 bulan ini pulang kampung dan kuliah melalui daring. Ia juga berencana akan kembali ke Jogjakarta pada November ini setelah kondisi Covid dirasakan aman. 

Rupanya ia pulang untuk selama-lamanya dan ke 4 korban dimakamkan di Desanya Sungai Sibur pada pukul 20.00 WIB karena dari Kayuagung ke rumah duka bisa ditempuh perjalanan selama 3,5 jam sampai ke Rawajitu selanjutnya melalui jalur sungai.(romi)

Komentar

Berita Lainnya