oleh

Selain Jujur Pemkab Lahat Minta Pengusaha Properti Berinovasi

LAHAT – Keberadaan perumahan di Kabupaten hingga saat ini tumbuh subur. Tak kurang 2.000 unit perumahan tersebar di Bumi Seganti Setungguan.

Kendati demikian banyak yang berharap pengusaha perumahan jangan hanya sekedar mengejar untung. Namun, inovasi dan peran dalam membantu pembangunan daerah juga sangat diharapkan.

Hal ini seperti dikatakan Bupati Lahat, Cik Ujang SH. Ditegaskanya, para pengusaha diharapkan dapat bekerja dan berinovasi untuk Kabupaten Lahat dan Kota Pagaralam dari sektor pembangunan perumahan. Tak hanya itu, pengusaha juga berperan dalam meningkatkan pemulihan ekonomi nasional.

“Pemkab sendiri akan membantu, seperti perizinan akan dipermudah. Terlebih jika itu untuk meningkatkan kesejahteraan di Kabupaten Lahat. Namun kita minta dalam membangun jangan dikerjakan sesuai aturan dan mekanisme yang ada jangan asal, “tegas Cik Ujang, saat menghadiri pelantikan pengurus Real Estat Indonesia (REI) Kabupaten Lahat dan Kota Pagaralam, periode 2020-2023, Selasa (9/3) di Hotel Grand Zuri Lahat.

Menambahkan Pj Sekda Lahat, Drs H Deswan Irsyad, ada sanksi apabila pengusaha perumahan tidak sesuai aturan dan spesifikasi perjanjian yang ditawarkan kepada konsumen. Tak hanya itu, pihak pengusaha perumahan juga harus menyediakan fasilitas umum.

“Aturannya jelas, salah satu kewajiban pengusaha Relal Estat itu menyediakan fasilitas umum, ruang terbuka untuk publik, layanan publik itu harus,” sampainya.

Sementara, Nanda Firmansyah SH resmi nahkodai Real Estat Indonesia (REI) Kabupaten Lahat dan Kota Pagaralam, periode 2020-2023. Nanda sendiri berujar menginginkan REI Lahat dan Pagaralam lebih meningkatkan prestasi secara maksimal dan bersinergi kepada semua pihak termasuk Pemda. Nanda mengungkapkan, saat ini perumahan di Kabupaten Lahat sudah mencapai lebih kurang sekitar 2.000 unit, dengan 40 lokasi dan 13 perushaaan.

Di masa jabatan, khusus untuk Komisariat REI Lahat dan Pagaralam kami punya target, untuk meningkatkan kualitas fisik bangunan rumah bersubsidi yang dulunya layak huni sekarang sudah sangat layak huni.

“Jadi teman teman berlomba dengan fasilitas masing masing, dengan spek rumah yang sudah melampaui lebih tinggi dan target saya selama menjabat ketua ingin mencapai 4.000 unit perumahan di Kabupaten Lahat,” ujarnya.

Ketika ditanyai upaya dari REI Komisariat Lahat dan Pagaralam khususnya, apabila menemui pengusaha perumahan tidak menyediakan fasilitas umum, seperti jalan dan lainnya, Nanda mengatakan hanya bisa sebatas mengingatkan. Namun, kata dia pihaknya bisa bekerjasama dengan pihak perbankan, apabila pengembang tidak memenuhi atau tidak melengkapi fasilitas sepenuhnya, untuk dana tidak akan dicairkan.

“Menurut aturan dari Menteri Perumahan untuk standar rumah subsidi itu pengerasan. Apabila ada jalan yang sudah di cor itu sudah fasilitas yang diberikan secara pribadi untuk konsumen, jadi mau tak mau pengembang harus melengkapi fasilitas tersebut untuk mencairkan dana sisa membuat fasilitas,”ungkapnya seraya berujar kalau ada teman-teman kita yang ingkar janji, REI akan mengingatkan untuk sanksi tidak ada. (Sfr)

Komentar

Berita Lainnya