oleh

Satreskrim Polres Lahat Ungkap Kasus Pemalsuan SIM

Lahat l Polres Lahat ungkap kasus tindak pidana Pemalsuan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Wilkum Polres Lahat, sebagaimana dimaksud dalam pasal 266 (1) dan pasal 480 (2) KUH pidana.

Hal ini Berdasarkan laporan Polisi nomor : LP/ A – 146 / IX / 2021 / SS / RES LHT, tanggal 20 September 2021, bahwa pada hari Selasa tanggal 14 Agustus 2021,bertempat di (TKP ) percetakan DGP Milik inisial (DN) 28 tahun.

Kapolres Lahat AKBP Achmad Gusti Hartono SIK. MH didampingi Kasat Reskrim Polres Lahat AKP Kuniawi H Barmawi. SIK bersama Humas Polres Lahat Aiptu Lispono. SH mengatakan, bahwa atas dasar itulah Satreskrim Polres Lahat langsung bergerak cepat dengan melakukan penangkapan terhadap Yunesco di kantor PT. BPAC di depan SMA Negeri 2 Lahat pada hari Selasa tanggal 21 September 2021 pukul 10.30 Wib.

Barang Bukti Pemalsuan Surat, Kamis (23/09/2021).

“ Dari hasil pengembangan penyidikan saudara Yunisko, sat Reskrim juga menangkap Damsari di desa Kota raya di rumah Sdr. Riduan pada hari Selasa tanggal 21 September 2021 pukul 12.10 Wib dan juga meringkus Riduan Efendi di desa Kota raya di rumahnya pada hari Selasa tanggal 21 September 2021 pukul 11.15 Wib,” ungkapnya.

Gusti menjelaskan, Dari informasi ketiga tersangka tersebut, bahwa yang mencetak kartu SIM B II (Umum) adalah DN di percetakan Milik DN di Talang Jawa Utara Pada hari Selasa tanggal 21 September 2021 pukul 12.30 WIB.

” Dalam hal ini tersangka Melanggar pasal 266 ayat (1) KUHPidana DN (28) warga Gang Musolah AL-Minah RT/RW 03/06 Kelurahan Talang Jawa Utara Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat, Melanggar pasal 480 ayat (2) KUHPidana Yunesco Bin Hairul Anhar (35) warga Desa Lubuk Betung Kecamatan Merapi selatan Kabupaten Lahat, Damsari (52) warga Desa tanjung pinang Kecamatan Merapi barat Kabupaten Lahat dan Riduan Efendi (48) warga Desa Kota Raya Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat,” terangnya.

Selanjutnya, satu orang atas Nama Rinto ( DPO ) masih dalam pengejaran diduga Melanggar pasal 263 ayat (1) KUHPidana.

Adapun Barang bukti berupa 5 (lima) buah kartu SIM B-II Umum Palsu serta5 (lima) surat keterangan dari LANTAS.

“ Modus operasi yang dilakukan terduga tersangka Pemalsuan dilakukan dipercetakan DGP milik DN dengan pelaku sebanyak 5 orang,” beber Gusti.

Gusti menambahkan, bahwa Peran masing-masing terduga tersangka DN berperan menyuruh tersangka Rinto untuk membuat SIM B II umum yang dipalsukan dan mendapat keuntungan sebesar Rp. 500.000, sementara tersangka Yunesco berperan sebagai perantara dari orang yang memesan SIM B II yang dipalsukan dengan tersangka Riduan Efendi dan Damsari berperan sebagai mengantarkan syarat-syarat pembuatan SIM B II yang dipalsukan kepada tersangka DN dan mendapat keuntungan sebesar Rp. 400.000.

Kemudian Riduan Efendi berperan sebagai perantara yang meminta syarat dan uang dari calon pengguna SIM B II UMUM yang dipalsukan dan mendapat keuntungan sebesar Rp. 150.000, sementara Rinto berperan membuat SIM B II Umum yang dipalsukan atas suruhan tersangka DN.

“ Dari hasil pemeriksaan sementara dari pengakuan para tersangka telah dibuat SIM palsu kurang lebih sebanyak 30 buah,“ pungkasnya kepada beritamusi.co.id, Kamis (23/09/2021). (Abdus)

Komentar

Berita Lainnya