oleh

Rutan Bengkulu Akan Segera Diperbaiki

Rumah Tahanan Bengkulu yang terbakar akibat kericuhan kemarin, membutuhkan segera perbaikan. (Dok. Ditjen Lapas Kemenkumham)
Rumah Tahanan Bengkulu yang terbakar akibat kericuhan kemarin, membutuhkan segera perbaikan. (Dok. Ditjen Lapas Kemenkumham)

BENGKULU I Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia tengah menyusun anggaran pembangunan kembali Rumah Tahanan (rutan) Bengkulu yang terbakar. Pasca terbakar akibat kericuhan, bangunan rutan dalam kondisi porak poranda dan membutuhkan perbaikan.

“Perbaikan ini sedang disusun anggarannya. Berapa (biaya) perbaikannya,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bengkulu Dewa Putu Gede saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Minggu (27/3/2016).

Perbaikan lembaga pemasyarakatan ini, lanjut Gede, merupakan urusan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). “Ini belum bisa diprediksi anggarannya,” katanya.

Gede telah meminta penyusunan anggaran ini bisa selesai dalam waktu yang singkat. Sehingga Rutan Bengkulu dapat dibangun dan kembali berfungsi.

“Dalam waktu sesingkat-singkatnya saya sudah minta,” ucap Gede.

Polisi saat ini tengah menyelidiki kasus kericuhan berujung pembakaran rutan yang terletak di Jalan Kol Berlian, Malabero. Petugas rutan menyebut api pertama kali muncul kamar 1 Blok A. Ada 14 orang penguni rutan yang diperiksa polisi. Polisi memeriksa lapangan pada (27/3).

Kericuhan terjadi saat petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) hendak membawa seorang penghuni rutan terkait kasus peredaran narkotika. Ada 5 orang napi yang tewas dalam peristiwa ini karena terbakar di dalam sel yang terkunci.

Menurut Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia I Wayan Kusmiantha Dusak, ada pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) di Rumah Tahanan Negara Malabero Kota Bengkulu. Pelanggaran SOP ini yang menjadi penyebab kerusuhan dan kebakaran rumah tahanan tersebut yang beruujng pada tewasnya lima tahanan.

“SOP tidak dijalankan oleh petugas dan penghuni rutan sehingga konflik terjadi dan berujung rusuh,” kata I Wayan usai meninjau Rutan Malabero, Minggu (27/3) Ia mengatakan, pengawasan di penjara ini lemah sehingga memicu keributan.(CNN)

Komentar

Berita Lainnya