oleh

Rumah Bandar Narkoba Disegel

Rumah bandar narkoba Edi Izwar alias Kedi (50), yang berada di RT 3 Kelurahan Tanjung Raja Selatan, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir disita.
Rumah bandar narkoba Edi Izwar alias Kedi (50), yang berada di RT 3 Kelurahan Tanjung Raja Selatan, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir disita.

INDERALAYA I Rumah dua lantai milik tersangka Edi Izwar alias Kedi (50), berada di RT 3 Kelurahan Tanjung Raja Selatan, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir disita sebagai barang bukti. Penyitaan rumah bandar narkoba jenis sabu tersebut didasar atas penetapan Pengadilan Negeri Kayuagung Nomor 02/Pen.Pid/2016/PN.KAG atas sebidang tanah berikut bangunannnya.

Aksi penyitaan rumah yang dilakukan Satresnarkoba Polres Ogan Ilir pimpinan Kasatresnarkoba Polres OI AKP A Darmawan dengan melakukan penyegelan pintu masuk rumah.

Kendati tidak mendapat perlawanan berarti dari pihak keluarga tersangka, namun aksi penyegelan rumah bandar narkoba itu menjadi tontonan warga setempat. Bahkan lalu lintas sekitar sempat mengalami kemacetan.

Kapolres OI AKBP Denny Y Putro melalui Kasatresnarkoba Polres OI AKP A Darmawan menyatakan setelah dinyatakan lengkap atau P21, pihaknya langsung menyerahkan barang bukti satu unit rumah berikut tersangka ke Kejaksaan Negeri Kayuagung.

“Kasus yang kami tangani ini sudah dinyatakan lengkap sehingga kami langsung menyerahkan barang bukti dan tersangka ke kejaksaan. Rumah ini dijadikan sebagai barang bukti karena diduga kuat merupakan hasil dari transaksi penjualan narkoba. Menginggat transaksi narkoba sudah lama sehingga bisa diestimasikan total transaksi yang telah dilakukan capai Rp750juta hingga Rp1miliar,”terang Kasat.

Untuk tersangka sendiri, masih kata Kasat, dikenakan pasal berlapis yakni pasal 114 ayat 1 subsider 112 UU RI no 35/2009 tentang narkotika dan pasal 3 serta pasal 5 UU No 8/2010 tentang tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Khusus kasus narkoba, tersangka terancam kurungan diatas 5 tahun penjara. Begitu pun untuk TPPU, tersangka terancam hukuman diatas 5 tahun penjara.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, bahwa uang hasil penjualan sabu digunakan untuk membangun rumah. Ya, tersangka ini merupakan residivis kasus sama dan pernah tertangkap tahun 2012. Penangkapan tersangka pun berdasar informasi dari masyarakat yang mengaku resah dengan ulah tersangka mengedarkan narkoba,”jelasnya.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Kayuagung Erwin membenarkan hari ini pihaknya menerima serahan dari Satresnarkoba yakni tersangka berikut barang bukti sebidang tanah berikut bangunannya.

“Untuk tersangka sudah kami terima. Untuk rumah kami lakukan pengecekan langsung. Ya, rumah ini merupakan hasil yang diduga sebagai pencucian uang dengan nilai capai Rp600juta dan uang itu digunakan tersangka untuk membangun rumah,”katanya. (ST)

Komentar

Berita Lainnya