Musi Banyuasin

Ratusan Hektar Sawah di Empat Lawang Masih Terbengkalai

158
×

Ratusan Hektar Sawah di Empat Lawang Masih Terbengkalai

Sebarkan artikel ini
Lahan
pemkab muba pemkab muba
Ratusan Hektar Sawah di Empat Lawang Masih Terbengkalai
Ratusan hektar sawah di Desa Lamparbaru, Kemangmanis, Rantautenang dan Kupang Kecamatan Tebingtinggi Empatlawang yang terbengkalai.

EMPAT LAWANG I  Ratusan hektar sawah di Desa Lamparbaru, Kemangmanis, Rantautenang dan Kupang Kecamatan Tebingtinggi Empatlawang masih terbengkalai dan ditumbuhi semak belukar.

Kondisi ini terjadi sekitar dua tahun lalu. Sejumlah warga yang memiliki lahan sawah di Empat desa terpaksa membiarkan lahanya di tumbuhi semak karena sulitnya air yang sampai saat ini masih belum teraliri ke lahan warga. Walaupun sebagian beralih menanam jagung dan tanaman palawija sembari menunggu pasokan air ke lahan mereka.

Pengamatan dilapangan, bangunan irigasi yang dulunya rusak karena jebol dihantam air Kini telah diperbaiki pemerintah dengan membuat jalur air baru, namun sayangnya kondisi saluran irigasi ini masih belum bisa mengaliri air ke areal sawah penduduk.

Siring yang buat dengan mengeruk tanah dan sebagian siring di semen ini masih kering belum teraliri air. Padahal pembangunan jalur irigasi yang baru ini sudah selesai dikerjakan sekitar akhir 2016 lalu.

Dedi(52) warga Lamparbaru mengatakan, tidak kurang 500 hektar sawah penduduk masih menjadi belukar akibat irigasi belum berfungsi. “Padahal irigasi sudah diperbaiki. Namun masih belum mengalirkan air ke areal sawah ini artinya perbaikan irigasi itu percuma sia-sia saja, katanya bangun irigasi namun kenyataanya sawah di Desa kami masih jadi belukar karena tidak ada air, kami minta pemerintah tolong dilihat kondisi kami ini seperti apa,” ungkap Dedi, Sabtu(18/3).

Ia menambahkan tidak hanya ratusan sawah. Petani ikan juga tidak bisa berbuat banyak akibat kurangnya air. Kalau dulunya kolam ikan hasilnya bisa menghidupi sekarang tidak bisa diandalkan lagi.

Warga lainya, Arman megatakan hal senada. Sekitar satu bidang lahan sawah miliknya masih hijau ditumbuhi semak belukar. “Bagaimana mau digarap kalau airnya belum ada, sudah lama ini, katanya irigasi sudah dibenari,” jelas Arman.

Sementara Dinas Pekerjaan Umum dan penataan ruang, Empatlawang melalui bidang pengolaan sumberdaya air, Dading mengatakan, pengerjaan proyek irigasi di Desa Lamparbaru menggunakan Dana Alokasi Khusus ( DAK).

Menurutnya pelaksanaanya selesai dikerjakan namun akibat adanya kerusakan lain di hulu irigasi sehingga debit air kecil sehingga air belum bisa mengalir kesaluran yang baru.

“itu karena jebol dilokasi lain, didepan dam, waktu di test airnya sudah mengalir. Rencananya pada Angaran Belanja Tambahan ( ABT) diangarkan,” kata Dading di ruang kerjanya (Ridi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *