oleh

Rapat Dewan Juri JPD Sumsel Selesai Dibahas, Saat Lomba Wajib Taat Prokes

PALEMBANG – Rapat Dewan Juri Jambore Pemuda Daerah (JPD) Sumsel, selesai dibahas, Jumat (18/6/2021), di Ruang Rapat Lantai. III Kantor Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Sumsel.

Pada Rapat yang dipimpin Dra. Hj. Dwiyani Dharma Putri, M. Si, Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Sumsel itu melibatkan semua jajaran dewan juri JPD. Tema yang dihabas fokus pada mekanisme persiapan JPD, terutama berkaitan dengan kisi-kisi dan kriteria lomba di masing-masing cabamg lomba.

“Pertemuan kali ini kita akan membuat kesepakatan dengan para dewan juri, terutama yang berkaitan dengan syarat dan kriteria di masing-masing cabang yang akan dilombakan. Silakan nanti para dewan juri bisa menambahkan tentang kriteria dan persyaratan di masing-masing cabang lomba,” ujarnya.

Direncanakan, JPD yang sudah menjadi agenda tahunan ini, menurut Dwiyani akan melombakan lima tangkai lomba, yaitu : Lomba Baca Puisi bertema nasionalisme, Pentas Seni yang berbasis seni unggulan setiap kabupaten di Sumsel, Senam Poco-Poco, Menyanyikan Lagu Daerah di setiap kabupaten di Sumsel dan Lomba Stan Pameran.

Pada rapat kali itu, ada beberapa point penting yang dihahas, terutama item penilaian di masing-masing lomba. Sejumlah usulan dari beberapa dewan Juri juga mengemuka. Diantaranya, dari Jaid Saidi, Juri Lomba Puisi, Juri Lomba Lagu Daerah, dan Surono, Juri Lomba Pentas Seni.

Setelah dilakukan dialog bersama dewan juri, akhirnya dihasilan kesepakatan tentang item dan kriteria penilaian di masing-masing cabang lomba dalam JPD, yang direncanakan akan digelar 26-29 Juli 2021 di GOR Biduk Kajang, Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan.

“Kita berharap, agar pelaksanaan lomba sesyai rencana. Insya Allah akan digelar pada 26-29 Juli 2021 di OKI. Semoga tidak ada perubahan,” tambahnya.

Taat Prokes Tanpa Penonton
Lebih lanjut, Dwiyani menjelaskan, sebagai salah satu upaya untuk menjaga protokol kesehatan, pada saat lomba berlangsung, tidak akan ada penonton. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kerumunan, yang berpotensi terjadinya penularan covid-19, terutama di Sumsel.

“Pada saat lomba, tidak ada penonton, tetapi semua yang hadir peserta. Hal ini sebagai bentuk upaya kita untuk taat pada prokes, dan mengurangi kerumunan, sehingga kemungkinan paparan virus corona bisa dihindari,” tegasnya.

Diakhir acara, Dwiyani menjelaskan hasil rapat kali itu, akan disampaikan kepada Kepala Dispora Sumsel, untuk kemudian akan disosialisasikan ke setiap kabupaten dan kota di Sumsel, sehingga akan menjadi pedoman bagi semua peserta lomba. (Alam)

Komentar

Berita Lainnya