Berita Daerah

Pungli di Jalintim Merajalela Saber Pungli OKI Dinilai Mandul

187
×

Pungli di Jalintim Merajalela Saber Pungli OKI Dinilai Mandul

Sebarkan artikel ini
pungli
pemkab muba pemkab muba

Pungli di Jalintim Merajalela Saber Pungli OKI Dinilai Mandul KAYUAGUNG I Kinerja Satuan Petugas (Satgas) Saber Pungutan Liar (Pungli) Kabupaten OKI dinilai mandul. Pasalnya, sudah sejak beberapa bulan terakhir sebagian besar sopir angkutan barang mengeluhkan pungli dilakukan oknum preman setempat di Jalan Lintas Timur (Jalintim) OKI tepatnya di Kecamatan Pematang Panggang OKI berbatasan dengan Kabupaten Mesuji, Lampung. Namun tidak ada action yang dilakukan pihak terkait.

Pantauan dilapangan, pasca Presiden RI melantik Satgas Saber pungli untuk memberantas pungli di Indonesia dan penutupan jembatan timbang Pematang Panggang OKI muncul masalah baru dengan hadirnya oknum preman di sejumlah titik Jalintim OKI.

Kendati aksi pungli sudah berlangsung lama dan terlihat kasat mata, namun tidak ada action baik yang dilakukan tim Saber pungli OKI, Polsek setempat maupun pihak Polres OKI. Aksi premanisme melakukan pungli juga sangat bertentangan dengan program polisi untuk masyarakat (Puas) yang dicanangkan Kapolres OKI AKBP Amazona Pelamonia, SH. SIK.

Menurut sejumlah pengemudi, pungli dilakukan terhadap berbagai mobil truk maupun fuso sarat muatan disejumlah titik Jalintim yang rusak parah. Penarikan pungli pun bervariasi mulai dari Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000 hingga Rp50.000 per mobil. Ironisnya, jika sopir tidak memberikan sejumlah uang yang diminta, maka oknum preman berkelompok akan melempari mobil tersebut dengan batu.

“Ya, hampir seluruh truk dan fuso yang melintasi Jalintim OKI maupun Mesuji Lampunh harus setor uang. Kalau tidak, kami diancam merusak kendaraan, bahkan dicelakai,” ujar Imron, salah seorang sopir truk bermuatan makanan ini, Selasa (31/1).

Dia menuturkan, pungli dilakukan dengan modus, ketika mobil truk pengangkut barang memasuki areal perbatasan Mesuji dengan OKI Sumsel, terlihat oknum preman sudah menghadang meminta sejumlah uang.

“Kami pernah melihat ada truk yang tidak memberikan uang langsung dilempari preman dengan bebatuan. Karena jalan rusak akhirnya mobil tetap melambat dan tidak bisa berbuat apa-apa,” jelasnya.

Dia berharap pihak keamanan baik dari Polres OKI maupun Mesuji Lampung untuk proaktif menindaklanjuti keluhan sebagian besar sopir truk demi menjaga keamanan dan kenyamanan dalam berlalu lintas.

“Kami sudah secara lisan mrlaporkan perihal ini ke pihak kepolisian. Tapi sampai saat ini tidak ada tanggapan. Wajar saja jika pungli Jalintim OKI masih tetap marak dan merajalela di Jalintim OKI ini,” tuturnya.(Romi Maradona)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *