oleh

Puluhan Honorer OKI Berencana Ikut Aksi Jihad Akbar

Ilustrasi : wikipedia
Ilustrasi : wikipedia

KAYUAGUNG I Sebeanyak 20 honorer yang tergabung dalam  Forum honorer kategori dua (FHK2) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan akan ikut serta dan bergabung dalam aksi jihad Akbar honorer K2 se-Indonesia yang akan dilakukan di Jakarta dan dipantau organisasi buruh dunia (ILO), pada 10-12 Februari 2016.

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten OKI, Ibnu Hajar membenarkan, terkait rencana keberangkatan FHK2 OKI ini. Menurutnya, mereka sudah berkoordinasi dengan BKD terkait rencana mereka untuk berangkat ke Jakarta, dalam rangka menggelar aksi Jihad Akbar honore K2.

“Pengurus FHK2 sudah bertemu dengan kita selaku BKD terkait keberangkatan honorer K2 OKI untuk bergabung dengan honorer K2 lainnya. Mereka ingin bergabung untuk aksi jihad Akbar di Jakarta,” katanya.

Katanya, pihaknya membolehkan para tenaga honorer berangkat ke Jakarta. BKD tidak melarang. “Itu merupakan hak mereka para honorer guna memperjuangkan nasib mereka. Rencananya dari FHK2 OKI yang berangkat ke Jakarta sebanyak 20 orang dengan kata lain satu kecamatan diwakili satu orang,” katanya lagi.

Saat ini honorer K2 di Kabupaten OKI, terdata sebanyak 903 orang. Mayoritas didominasi tenaga honorer Guru, kemudian tenaga kesehatan dan tenaga teknis.

“70 persen tenaga honorer di OKI adalah tenaga guru. Mereka yang mengajar di sekolah SD,SMP, SMA dan SMK yang tersebar di Kabupaten OKI dan membentuk Forum Honorer Kategori dua (FHK2) OKI,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BKD OKI, Listiadi Martin membenarkan, perwakilan honorer K2 OKI telah menemui pihaknya, terkait rencana keberangkatan mereka ke Jakarta untuk bergabung dengan  honorer K2 se-Indonesia.

“FHK2 OKI diketuai oleh Lukman, seorang guru honor di Tanjung Lubuk dan wakil ketua, Alexriadi, tenaga honor SMAN 1 Kayuagung. Mereka berkoordinasi terkait rencana keberangkatanya ke Jakarta. Kita tentu mempersilahkan mereka untuk berangkat karena itu hak mereka. Pastinya, untuk saat ini tidak ada penerimaan atau pengangkatan CPNS karena masih memoratorium dari Pemerintah Pusat,” ungkapnya.

Ditambahkan Listiadi, pihaknya mendukung perjuangan para honorer K2 tersebut. Karena pengangkatan atau penerimaan CPNS itu kebijakan Pemerintah Pusat, bukan kebijakan daerah. Mesti menunggu kebijakan Pusat, kapan memoratorium itu dibuka. (Romi)

Komentar

Berita Lainnya