oleh

PT RBT Diduga Tampung Timah dari Tambang Ilegal

SIMPANG KATIS – Komoditi Timah batangan yang diekspor PT. Refined Bangka Tin (RBT) diduga ada yang berasal dari Tambang Ilegal.

Smelter yang berlokasi di Kawasan Industri Jelitik tersebut diduga melakukan penampungan timah ilegal dari Desa Lampur Kecamatan Sungai Selain Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Bangka Belitung.

Pasalnya, salah seorang kolektor timah di Desa Lampur mengaku menjadi langganan RBT sebagai penyedia pasir timah. Hal ini sendiri cukup mengejutkan mengingat RBT selain tercatat sebagai mitra PT. Timah Tbk, juga mulai aktif melakukan ekspor sendiri sejak awal tahun 2020 ini. Selaku mitra PT. Timah dengan status kerjasama sewa alat prosesing peleburan, smelter swasta yang terbilang besar ini diketahui hanya melebur timah yang berasal dari IUP milik BUMN tersebut.

Fakta ini terungkap saat wartawan melakukan liputan mendalam terkait aktifitas tambang ilegal di kawasan desa Lampur pada Kamis (6/8/20) siang hingga Jumat (7/8/2020).

Awalnya seorang sumber mengatakan bahwa ada aktifitas tambang ilegal di kawasan hutan produksi di Desa Lampur. Kemudian sumber tersebut juga mengatakan bahwa, pasir timah yang dihasilkan dari aktifitas ilegal tersebut disuplai ke RBT melalui seorang kolektor.
Mendapatkan informasi tersebut, beberapa wartawan dari berbagai media melakukan penelusuran. Dan mendapatkan fakta pengakuan dari kolektor bahwa RBT secara rutin mengambil timah darinya.

“Saya jualnya ke RBT pak, harganya ya pasti lebih mahal dari harga beli saya ke penambang. Mereka yang ambil ke sini, bukan saya yang antar dan mereka ambil setiap hari Jumat. Rata-rata sekitar 3,5 sampai 4 ton lah perminggu,” jelas kolektor tersebut dihadapan sejumlah wartawan lokal maupun nasional.

Kolektor tersebut mengakui bahwa timah yang dibelinya adalah timah yang berasal dari aktivitas tambang ilegal yang saat ini marak beroperasi di tepi jalan desa Lampur. Menurutnya aktivitas tersebut tergolong baru. Namun hasilnya lumayan baik rata-rata ia menerima timah sekitar 500 kilo perhari dari para penambang tersebut.

Dihubungi terpisah, perwakilan RBT, Adam membantah jika ada kolektor timah yang mengaku menjual pasir timah ke perusahaannya.
” Kalau orang pabrik mana mungkin ngambil ke rumah. Biran itu siapa, dia kirim ke siapa. Coba aja tanya ke siapa, gak ada yang jual apalagi barang timah itu dari hasil ilegal,” kata Adam dihubungi melalui ponselnya, Jumat sore (7/8/2020). (Doni)

Komentar

Berita Lainnya