oleh

Proyek Sheet Pile Tanggul Sungai Selan Jadi Rebutan Kontraktor

KOBA | Proyek pembangunan sheet pile (tanggul) di Kecamatan Sungai Selan Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sejak awal disinyalir jadi rebutan kontraktor. Bukan hanya pekerjaannya saja yang molor akibat menunggu tiang pancang beton yang katanya diimpor dari negara Polandia. 

Indikasinya proyek senilai kontrak Rp 6.565.567.000.00 tersebut sebenarnya jadi rebutan kontraktor besar yang ada di Bangka. 

“Bener proyek sheet pile itu sebenarnya dapat di kita.  Tapi berhubung ada ketersinggungan jadi batal kami ambil. Lagi pula pagu atau nilainya gak terlalu bagus.  Ya bukan rahasia umum lagi, kalian wartawan juga tahu kalau proyek lelang itu hanya formalitas saja, sebelum lelang sudah ada yang punya. Kami saja tahun banyak dikurangi jatah paketnya, ” ungkap kontraktor berinisial A saat berbincang dengan sejumlah wartawan di kantornya beberapa waktu lalu. 

Bahkan menurut sumber kami lainnya,  ada pertemuan Kepala Dinas PU Kabupaten Bangka Tengah dengan distributor sheet pile di salah satu hotel berbintang di kawasan Pangkalan Baru. 

“Memang ada pertemuan antara kepala dinas PU Bangka Tengah di hotel tersebut. Kalau anda (wartawan) tidak percaya silahkan cek hari,  tanggal dan bulan berapa. Di hotel itu ada terekam CCTV nya, ” ujar sumber media ini dengan tegas dapat dipertanggungjawabkan saat berbincang dengan wartawan belum lama ini. 

Usmin,  warga Sungai Selan yang ditemui di lokasi pembangunan sheet pile juga mengatakan kalau setahu dirinya proyek itu punya PT SMA.

“Proyek sheet pile ini setahu saya awanya punya PT SMA.  Cuma entah ada persoalan apa, Barito (CV Serumpun Sebalai Sejahtera) yang mendapatkan proyek ini.  Mungkin PT SMA gak mau ambilnya karena harganya kurang bagus, ” ungkapnya belum lama ini. 

Ditemui terpisah, Rahmat selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)  proyek sheet pile menegaskan kalau kontraktor yang mengerjakan sudah diberi teguran berupa Surat Peringatan (SP 1).

” Kontraktor sudah kami SP1 akibat keterlambatan dalam pekerjaan,” katanya saat dibincangi di ruang kerjanya.

Kenapa sampai ada keterlambatan pekerjaan,  kata Rahmad, sheet pile tersebut dibeli atau diimpor dari tiga negara. 

“Sesuai speksifikasi barangnya dibeli dari negara Polandia,  Swiss dan Amerika. Ya kalau ada pertemuan antara Pak Kadis dengan distributor sheet pile di salah satu hotel,  itu saya tidak bisa menjawabnya. Silahkan tanya langsung dengan pak kadis, tapi masih dinas luar ke luar kota bersama pak Sekda ke Banyuwangi.  Nanti saya sampaikan dan Senin depan agak siang ke kantor lagi, ” saran Rahmad.

Kepala Dinas PU Bangka Tengah, H Hasan Basri ST saat ditemui di ruang kerjanya mengaku kalau sheet pile sudah datang dari Polandia.

“Sudah datang barangnya dan sudah ada di lokasi.  Memang ada keterlambatan dan itu sudah dapat diatasi,” katanya.

Disinggung ada pertemuan Kadis dengan distributor kontraktor di sebuah hotel,  Hasan Basri enggan untuk menanggapi.

Untuk diketahui,  sebelumnya Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh telah meninjau lokasi pembangunan sheet pile di Kecamatan Sungai Selan.  Namun saat meninjau belum ada sedikitpun pembangunan hanya sekedar dilakukan pembersihan di lokasi. Padahal kontrak sudah dimulai 29 Juli 2019 lalu.

Terkait belum dilaksanakan pekerjaan itu pihak Dinas PU Bangka Tengah (Bateng) telah melakukan surat teguran kepada pihak pelaksana yakni CV Serumpun Sebalai Sejahtera dan pihak konsultan suvervisi CV Dimensia Arch. (doni)

Komentar

Berita Lainnya