MUSIRAWAS I Heri Susanto (38), warga Dusun III, Desa Prabumulih I, Kecamatan Muara Lakitan, ditemukan tewas bersimbah darah dengan kondisi kepala pecah karena tertembak di dalam rumahnya sendiri, Kamis (9/2) sekitar pukul 10.00 WIB.
Diduga, pemuda lajang ini tewas dengan cara menembak kepalanya sendiri dengan senjata api rakitan (Senpira) jenis kecepek, lantaran tak kuat menahan malu karena sakit yang dideritanya tak kunjung sembuh.
Aksi bunuh diri tersebut, pertama kali diketahui oleh ibunya, Mariam (65), karena saat peristiwa itu terjadi, ibunya dikejutkan dengan suara dentuman tembakan dari dalam rumah. Sementara, ibunya sedang berada diluar.
Tak ayal, mendengar suara dentuman keras itu, Mariam langsung berlari masuk ke dalam rumah dan menemukan anaknya sudah bersimbah darah dalam keadaan kepala pecah. Sontak saja, Mariam pun histeris, hingga mengagetkan warga sekitar.
โSementara tetangga lainnya, yakni Rudi Hartono (41), Arnan (48), dan Joni Persela (40) yang terkejut dengan suara dentuman, langsung bergegas untuk melihat apa terjadi.
“Ketika keempatnya sampai kedalam rumah, mereka terkejut menyaksikan Heri sudah tidak bernyawa lagi dengan kondisi kepala pecah dan otak keluar. Kemudian, salah satu diantara mereka berempat, yakni Rudi Hartono langsung menghubungi kerabat Mariam yang lain,” ungkap Kepala Desa (Kades) Prabumulih I, Herman Jaya, Kamis (9/2).
โHerman juga mengaku, dirinya tidak menyangka jika Heri yang tinggal berdua bersama ibunya itu, akan mengakhiri hidup dengan cara tragis. “Memang, selama ini Heri sudah lama mengalami gangguan jiwa. Hanya saja, tidak terlalu parah, karena setiap habis diberi obat penenang, biasanya sakitnya sembuh. Dan juga, selama ia sakit tidak pernah mengganggu masyarakat,” jelasnya.
Namun, terkait adanya kecepek di rumah Heri. Herman pun merasa kaget, karena berdasarkan pantauannya selama ini selaku kades, tidak ada warga yang menyimpan kecepek. “Itulah sebabnya, ketika mendengar Heri bunuh diri dengan cara menembak kepalanya dengan kecepek, saya kaget bukang kepalang. Kemungkinan, itu kecepek jaman dulu punya keluarganya,” kata dia.
Sementara itu, Kapolres Musirawas, AKBP Hari Brata melalui Kapolsek Lakitan, AKP Nasharudin mengaku, pihaknya telah mendapat laporan ada warga yang meninggal karena dugaan bunuh diri tersebut.
“Sesampainya di lapangan, saya telah mendapati korban sudah meninggal dunia dengan kepala pecah dan otak keluar. Heri yang meninggal dunia ini, mempunyai riwayat penyakit gangguan jiwa dan pernah dirawat di Rumah Sakit (RS) Jiwa, Palembang pada tahun 2011 lalu,” ungkapnya.
Tetapi, untuk motif apakah Heri benar bunuh diri atau tidak, menurutnya petugas sedang melakukan pendalaman, namun diduga kuat Heri meninggal karena bunuh diri, karena ditemukan senpira jenis kecepek disampingnya.
“Diduga Heri depresi dengan penyakit yang dialaminya, mengingat obat penenang Heri sudah habis dan dia tidak sembuh-sembuh. Termasuk, kita sedang mendalami dari mana asal senpira itu didapat,” ungkapnya. (Mulyadi)













