oleh

Potensi Industri Halal Indonesia Bakal Tembus USD 2,4 Triliun di 2024

JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyebut industri halal global memiliki potensi yang sangat luar biasa besar. Mengingat, jumlah penduduk muslim akan mencapai 2,2 miliar jiwa pada tahun 2030.

Menurut Ma’ruf, semakin bertambahnya jumlah penduduk muslim maka kebutuhan produk dan jasa halal global akan terus meningkat. Oleh karena itu, pada 2024 mendatang, potensi industri halal diperkirakan akan mencapai USD2,4 triliun.

“Di sektor industri halal nilai perdagangan global tahun 2019 mencapai USD2,02 triliun dan diperkirakan akan mencapai USD2,4 triliun pada tahun 2024,” ujarnya dalam acara Webinar, Rabu (10/3/2021).

Menurut Wapres, hal yang sama juga dapat dapat dilihat di sektor keuangan syariah global yang juga menyimpan potensi sangat besar. Pada tahun 2019 saja tercatat aset industri keuangan global mencapai USD2,88 triliun. “Meningkat 13,9% dari tahun sebelumnya dan diprediksi akan mencapai angka USD3,69 triliun pada tahun 2024,” ucapnya.

Oleh karena itu, lanjut Wapres, sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia, Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Apalagi, dengan berkembangnya kelas menengah dan generasi milenial muslim yang semakin sadar akan kebutuhan untuk melakukan kegiatan sesuai keyakinannya.

“Semakin meningkatkan kebutuhan akan produk dan jasa layanan syariah termasuk jasa keuangan Syariah. Kelas menengah Muslim dan generasi milenial dengan halal awareness yang semakin tinggi merupakan peluang untuk menumbuhkan industri halal diantaranya halal food, halal fashion, halal healthcare, halal travel, dan lain-lainnya,” jelasnya.

Dengan fakta tersebut, sudah saatnya Indonesia membangun dan memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Dengan potensi pasar dan sumber daya yang dimiliki Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim yang terbesar di dunia seharusnya mampu menjadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia.

“Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan upaya-upaya yang lebih besar dan sistematis dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah,” kata Ma’ruf. (Sindonews.com)

Komentar

Berita Lainnya