oleh

Polres OKI Berjanji Mengusut Asal-Usul Ratusan Peluru Aktif di Sungai Ceper

Kapolres OKI, Berjanji Segera Mengusut Asal-Usul Peluru yang Dipasok di Sungai Ceper. Fhoto : Romi Maradona
Kapolres OKI, Berjanji Segera Mengusut Asal-Usul Peluru yang Dipasok di Sungai Ceper. Fhoto : Romi Maradona

KAYUAGUNG I Kepolisian Resor (Polres) Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan berjanji akan mengusut asal usul Peluru aktif untuk Senjata api rakitan (Senpira) di Desa Sungai ceper, Kecamatan Sungai menang. Hal ini menindaklanjuti setelah Polisi berhasil mengungkap dua Pondok yang digunakan untuk meproduksi Senpira di tengah Ladang Ganja seluas 1 Hektar yang ditemukan jajaran Polres OKI (12/4/2016).

Hal ini ditegaskan Kapolres OKI AKBP M Zulkarnain, di Maspolres OKI Kamis (14/4/2016). “Kita akan menyelidiki asal peluru tersebut, karena ratusan butir peluru yang kita temukan merupakan produksi Pindad, standar yang dipakai oleh TNI – Polri, Karena senjata yang mereka Produksi tidak akan laku kalau tidak ada Pelurunya,” kata Kapolres.

Menurut Kapolres, ditempat produksi Senpi itu pihaknya selain menemukan beberapa pucuk senpi jenis revolver dan FN yang baru jadi, juga menemukan 394 peluru aktif produksi Pindad.” Kita juga menemukan ratusan  selongsong peluru yang digunakan untuk ujicoba senpi yang baru dibuat, jadi wajar saja menurut warga disana sering mendengar suara letusan senjata dari lokasi pembuatan senpi itu,” terangnya.

Diungkapkan Kapolres, Untuk membuat lobang  silinder Senpi revolver, mereka mengukurnya dengan ukuran peluru yang ada. “Jadi kalau tidak ada peluru, pembuatan senpi itu tidak bisa Sempurna, terutama dari Silindernya, karena harus disesuaikan dengan ukuran peluru, Tetapi Senpi hasil Buatan mereka yang sudah jadi dan kita amankan dari TKP ini sangat Sempurna, jika disandingkan, agak  sulit membedakan mana yang rakitan dan yang asli,”ungkapnya.

Dari 394 Peluru yang diamankan, masing-masing  peluru caliber 5,56x45mm, caliber 9×19 mm,caliber 395 PC, caliber 7,62x39mm. “Bahkan masih berada dalam kotak asli.” Kita akan berkoordinasi dengan Pimpinan nanti, bagaiamana menyelidiki pasokan peluru ini, pasti ada yang memasok peluru kewilayah tersebut,” jelasnya.

Dijelaskan lagi bahwa pengungkapkan, keberadaan produksi senpi ini dari laporan Masyarakat, terutama adanya laporan dari Polda lampung, bahwa banyak Senpira beredar di wilayah lampung hasil produksi sungai ceper. “Setelah kita selidiki, ternyata bukan hanya memproduksi Senpi, tetapi dilokasi mereka juga menanam ganja,” tegasnya.

Dirincikan kabag Ops Kompol I Ketut Suarnaya, selain 1.170 batang Ganja, Senpira dan 394 butir peluru, pihaknya juga mengamankan, 3 gerinda, 2 jenset, 5 bor duduk, 8 ragum, 25 buah mata gergaji besi, 5 buah gergaji besi, 30 kikir besar dan kecil, 3 pukul besi, 5 tang, 4 mistar siku, 200 mata gerida, 25 mata bor, 13 plat besi.” Ini adalah alat yang digunakan untuk membuat senjata api,” terangnya.

Menurutnya untuk membuat masyarakat harus berhenti membuat senpi harus ada peran serta pemerintah bukan hanya Polisi.” Mereka harus diberdayakan ke kerajinan lain, mereka ini termasuk pandai besi, setidaknya ada peminaan dari pemerintah, untuk menyalurkan bakat mereka, jangan sampai bakat mereka ini digunakan untuk hal yang salah,” terangnya.

Bupati OKI, mengatakan bahwa salah satu Upaya agar warga sungai ceper berhenti membuat senpi, Pemerintah akan menguatkan pertanian di sana.” Pertanian disana akan kita perkuat dengan membuat cetak sawah baru, agar mereka bisa bertani jangan lagi memproduksi senpi rakitan, mereka yang menanam ganja dan membuat senpi itu karena mau mencari uang secara singkat,” terangnya. (Romi Maradona)

Komentar

Berita Lainnya