oleh

Polisi Bekuk Tiga Pelaku Curas dengan Modus Transaksi Prostitusi

Palembang – Unit Pidum dan Tekab 134 Satreskrim Polrestabes Palembang ringkus pasangan suami istri, lantaran melakukan aksi Curas, dengan modus transaksi prostitusi, Senin (15/11/2021) sekira pukul 16.00 WIB.

Pasutri yaitu Handri Putra (31) dan Chindy Apriyani (21) keduanya warga Lorong Mesjid Jamila, Kenten Laut, Palembang, Kemudian, M Fajarudin (36), warga Jalan Kalimantan Blok AJ 11, Kecamatan Jakabaring Palembang, ketiganya diamankan di tempat yang berbeda.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra melalui Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi didampingi Kanit Pidum, AKP Robert P Sihombing. SH. MH mengatakan, bahwa pihaknya sudah mengamankan 3 orang pelaku curas salah satunya ada perempuan.

” Untuk Modusnya, pelaku perempuan menawarkan prostitusi melalui aplikasi dengan tarif Rp 250 ribu, setelah transaksi mereka bertemu di TKP bersama korban. Setelah usai prostitusi pelaku ini meminta tambahan bayaran sebesar Rp 700 ribu, HP korban ditahan korban tidak ada uang lalu mengambil uang ke ATM,” ungkap Kompol Tri Wahyudi. SH, Selasa (16/11/2021).

Tri menjelaskan, saat korban kembali ke TKP ternyata sudah ada pria yang mengaku suami dari perempuan ini.

” Dari situlah terjadi keributan, karena laki-laki yang mengaku suaminya ini tidak terima istrinya diperlakukan tidak baik oleh korban. Saat korban lari, barang miliknya HP dan motornya diambil oleh pelaku,” terangnya.

Atas ulahnya pelaku akan dijerat dengan Pasal 365 KUHP.

” Ya saat ini, 3 pelaku sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dan untuk barang bukti yang berhasil diamankan oleh anggota berupa 1 bilah pisau,” pungkas Tri.

Dari pengakuan salah satu pelaku Handri, dirinya sudah mengakui perbuatannya.

” Saya bertemu korban disana dan terlibat keributan, dia lari meninggalkan motor jadi saya ambil motornya. Pisau memang saya bawa dari rumah, untuk jaga jaga kalau terjadi keributan,” katanya.

Kemudian, Hendri melakukan aksinya sudah dua kali dan setiap motor di jual seharga kisaran Rp 2 – 3 juta.

” Uang penjualan motor saya berikan Rp 400 kepada Fajar karena dia yang menjual motor dan sisanya digunakan keperluan sehari-hari saja,” bebernya.

Sedangkan, Chindy mengaku sudah sebanyak 5 kalian mengambil HP milik pelanggannya yang tidak bisa membayar.

” Dia tidak sanggup membayar jadi saya tahan HP nya,” ujarnya. (Abdus).

Komentar

Berita Lainnya